Puan Prihatin 24 Orang Tewas Imbas Banjir Bandang Sumut: Negara Harus Hadir

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bencana banjir hingga banjir bandang di Tapanuli Tengah, Sumut, Senin, Selasa (24-25/11/2025). Foto: Dok. BPBD Sumut
zoom-in-whitePerbesar
Bencana banjir hingga banjir bandang di Tapanuli Tengah, Sumut, Senin, Selasa (24-25/11/2025). Foto: Dok. BPBD Sumut

Ketua DPR Puan Maharani menyoroti longsor dan banjir bandang yang terjadi di 11 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Sebanyak 24 orang tewas dan ribuan warga terdampak akibat bencana alam itu.

Puan menyampaikan duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa akibat bencana tersebut.

Ia meminta pemerintah segera mengirim bantuan lengkap, termasuk layanan pemulihan psikologis (trauma healing), bagi warga yang terdampak banjir bandang dan longsor. Menurutnya, dampak bencana tidak hanya merusak fisik, tetapi juga melumpuhkan kehidupan masyarakat.

“DPR RI menyampaikan keprihatinan dan duka cita mendalam atas bencana alam di sejumlah daerah di Sumatera Utara. Kita harap proses evakuasi yang masih dilakukan tim SAR berjalan dengan lancar,” kata Puan dalam keterangannya, Kamis (27/11).

Ketua DPR RI, Puan Maharani menghadiri forum 11th MIKTA Speakers Consultation 2025 yang digelar di Seoul, Korea Selatan, Rabu (12/11/2025). Foto: Dok. Istimewa

Puan menekankan agar pemerintah tidak menunda pengiriman bantuan bagi warga, termasuk yang kini berada di lokasi pengungsian.

“Setiap kebutuhan masyarakat terdampak harus menjadi perhatian Pemerintah. Pemberian bantuan logistik jangan sampai terlambat, dan area tempat pengungsian harus dipastikan kenyamanannya,” ujar Puan.

Ketua DPP PDIP ini meminta pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait menyiapkan dukungan pemulihan psikologis bagi warga.

“Pemda beserta stakeholder terkait perlu juga menyiapkan layanan trauma healing bagi warga. Bencana alam tidak pernah mudah untuk dilalui, apalagi bagi mereka yang kehilangan,” tuturnya.

Kondisi terkini banjir dan lonsor landa 11 kabupaten/kota di Sumut. Foto: Dok. Istimewa

Puan mengingatkan agar penanganan bencana mengedepankan koordinasi lintas instansi.

“Hindari ego sektoral, pastikan keselamatan masyarakat yang paling utama,” tegasnya.

Selain penanganan darurat, Puan meminta pemerintah segera menyiapkan langkah pemulihan bagi infrastruktur vital masyarakat. Ia mendorong rekonstruksi jalan nasional dan jembatan yang rusak dengan sistem build back better agar tahan bencana.

“Segera relokasi sementara sekolah dan jalur alternatif logistik, agar pemulihan pendidikan dan ekonomi tidak tertunda. Sekali jalan terputus, sekolah tak bisa diakses, petani dan UMKM tak bisa angkut hasil,” tambahnya.

instagram embed

Puan mendorong skema pemulihan ekonomi bagi petani dan pelaku UMKM terdampak yang kehilangan akses pasar dan transportasi darat.

“DPR akan mengawal setiap meter jalan, setiap anak kembali ke sekolah, setiap petani bisa angkut lagi hasil panen,” kata Puan.

Menurutnya, tanggung jawab negara pascabencana bukan hanya menyediakan bantuan darurat, tetapi juga memulihkan infrastruktur yang menopang aktivitas harian masyarakat.

“Jalan dan jembatan nasional yang rusak harus diprioritaskan karena mereka memfasilitasi akses pendidikan anak-anak yang tertunda belajar dan menjaga aktivitas perekonomian daerah,” kata Puan.

“Negara harus hadir saat bencana alam melanda, di mana menjadi momen saat rakyat membutuhkan. DPR akan terus mengawal proses penanggulangan bencana di Sumatera Utara hingga rehabilitasi yang akan dilakukan ke depan,” tandasnya.

kumparan post embed

Hujan Deras Senin-Selasa

Banjir bandang dan longsor melanda 11 kabupaten/kota di Sumatera Utara akibat hujan deras sejak Senin (24/11) hingga Selasa (25/11). Akibatnya, sebanyak 24 orang tewas dan ribuan warga terdampak.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, mengatakan korban terbanyak tersebar di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Pakpak Bharat, dan Tapanuli Selatan.

“24 orang meninggal dunia, 37 luka ringan, 6 luka berat, dan 5 orang masih dalam pencarian. Sejumlah daerah dengan dampak terbesar meliputi Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Pakpak Bharat, dan Tapanuli Tengah,” kata Ferry lewat keterangannya, Rabu (26/11).

Ferry menuturkan, selain korban tewas, terdapat korban luka ringan sebanyak 37 orang, luka berat 6 orang, dan 5 orang dinyatakan hilang.