Puan soal Blokir Gim Roblox: Anak-anak Harus Diberi Pemahaman, Bukan Dicegah
·waktu baca 2 menit

Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, untuk mengatur permainan digital seperti Roblox sebagai bentuk perlindungan terhadap keamanan psikososial anak di ruang digital.
Beberapa Psikolog Anak menyebut gim ini memiliki sisi positif dan negatif. Sehingga, anak yang bermain gim ini harus diawasi ketat oleh orang tuanya.
"Masalahnya bukan hanya pada gim tertentu seperti Roblox. Tantangan kita hari ini adalah bagaimana membekali anak-anak dengan kemampuan kritis dan proteksi sejak dini di tengah banjir konten digital," kata Puan, Kamis (7/8).
Untuk itu, ia meminta pemerintah merancang Pedoman Nasional Perlindungan Anak di Ruang Digital secara komprehensif dan aplikatif di lintas kementerian.
"Saya mendorong agar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tidak berjalan sendiri. Harus ada kemitraan lintas sektor termasuk dengan Komdigi, KPAI, dan pelaku industri teknologi untuk merancang Pedoman Nasional Perlindungan Anak di Ruang Digital secara komprehensif dan aplikatif,” katanya.
Menurut Puan, Indonesia membutuhkan pendekatan menyeluruh dalam meningkatkan literasi digital anak-anak. Ia berpandangan larangan terhadap platform atau game digital tertentu perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orang tua, dan tenaga pendidik.
Puan mengingatkan orang tua dan lingkungan sekolah untuk memberikan pemahaman kepada anak mengenai alasan mengapa gim Roblox dilarang.
"Anak-anak harus dipahamkan, bukan sekadar dicegah. Orang tua dan guru pun perlu dibekali dengan kemampuan membimbing anak menghadapi konten digital, bukan hanya mengawasi,” tegas Puan.
Sorotan kepada gim Roblox belakangan muncul usai Mu’ti menyebut gim ini berbahaya bagi anak-anak karena sejumlah alasan. Di antaranya membuat anak kesulitan bersosialisasi.
"Itu kan banyak kekerasan ya di gim itu. Kadang-kadang anak-anak ini kan tidak memahami bahwa yang mereka lihat itu kan sebenarnya sesuatu yang tidak nyata," kata Mu'ti usai meninjau program Cek Kesehatan Gratis di SD Cideng 02 Pagi, Jakarta Pusat, Senin (4/8).
