Puan soal Tambah Anggaran Mitigasi Bencana: Selama Bermanfaat, DPR Tak Apa-apa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPR RI Puan Maharani (kiri) disaksikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) menyampaikan pidato Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPR RI Puan Maharani (kiri) disaksikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) menyampaikan pidato Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Ketua DPR RI Puan Maharani menilai wacana Presiden Prabowo Subianto untuk menambah alokasi anggaran mitigasi bencana boleh saja dilakukan.

Namun, ia berpesan agar tambahan alokasi anggaran itu bermanfaat bagi masyarakat.

“Alokasi anggaran selama itu memang bermanfaat, bagi kami tidak apa-apa. Namun, harus manfaatnya harus lebih baik daripada sebelumnya,” ujar Puan di DPR, Selasa (8/9).

Sebelumnya, wacana itu Prabowo sampaikan saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan sejumlah bencana di Indonesia secara hibrida dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9).

Menurutnya, kondisi Indonesia yang berada di dalam lingkaran api membuat pemerintah harus selalu siap dengan segala kemungkinan bencana.

“Ini adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the Ring of Fire. Jadi, ini membawa kita untuk harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,” kata Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas secara dari di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Prabowo menilai respons pemerintah terhadap sejumlah bencana yang terjadi belakangan ini telah berlangsung cukup cepat dan masif. Ia mencontohkan penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang dilakukan dengan mengerahkan kekuatan nasional.

“Saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan kita akan lebih mampu. Sekarang pun dibandingkan tahun-tahun yang dulu, respons kita sangat cepat,” katanya.

Prabowo mengapresiasi seluruh unsur yang telah bekerja dalam penanganan bencana. Meski demikian, ia meminta setiap kendala maupun keterlambatan yang masih terjadi dicatat sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat langkah antisipatif pemerintah.

“Alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan,” katanya.