Puan Soroti Kasus Tewasnya Afif Maulana: DPR Beri Perhatian Khusus

4 Juli 2024 14:34 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ketua DPR RI Puan Maharani usai rapat paripurna, Selasa (4/6/2024). Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPR RI Puan Maharani usai rapat paripurna, Selasa (4/6/2024). Foto: Haya Syahira/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Ketua DPR RI Puan Maharani ikut menyoroti kasus tewasnya bocah di Padang, Sumatera Barat, bernama Afif Maulana. Keluarga curiga Afif tewas akibat disiksa polisi. Sedangkan kepolisian membantahnya.
ADVERTISEMENT
Puan mengatakan, DPR akan segera menindaklanjuti kasus Afif Maulana.
“Karena tentu saja pertama korbannya, tadi seperti yang disampaikan, anak kecil kemudian kasusnya itu berlarut-larut ya tentu saja harus ditindaklanjuti. Nanti saya akan minta untuk segera ditindaklanjuti,” kata Puan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (4/7).
Ketua DPP PDIP itu mengatakan, harusnya kasus ini sejak awal menjadi atensi khusus para penegak hukum.
“Ini baru saya dengar terus terang saja, tapi kalaupun terjadi hal seperti itu tentu saja para penegak hukum harus secara langsung memberikan perhatian khusus terkait hal ini,” katanya.
Afrinaldi dan Anggun Angriani, orang tua Afif Maulana. Foto: kumparan
Sebelumnya Polda Sumatera Barat menyampaikan tewasnya Afif bukan karena disiksa polisi, tapi karena terpeleset ke jembatan Kuranji, Padang.
Keterangan itu tidak diamini oleh Direktur LBH Padang, Indira Suryani, yang merupakan kuasa hukum keluarga korban. Sebab menurutnya bila Afif terpeleset pasti kondisi jenazahnya lebih parah dibanding yang ditemukan saat ini. Kondisi itu membuat keluarga merasa janggal.
Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono. Foto: kumparan
Sedangkan Kapolda Sumbar Irjen Suharyono, mempersilakan keluarga Afif Maulana untuk melakukan ekshumasi jika tidak yakin dengan penyebab kematian korban.
ADVERTISEMENT
Suharyono juga dilaporkan ke Propam Mabes Polri soal dugaan pelanggaran kode etik dalam penyelidikan kasus tewasnya Afif Maulana (13 tahun). Suharyono tak ambil pusing atas pengaduan itu. Menurutnya, ia bukanlah pelaku kejahatan.
"Silakan saja. Saya bukan pelaku kejahatan, kok. Saya pembela kebenaran," kata Suharyono
Suharyono justru mempermasalahkan tindakan LBH Padang yang seakan menjelek-jelekkan institusi Polri. Dia menilai, apa yang diungkapkan oleh LBH Padang telah diskenario.