Pukuli Staf Hotel di Surabaya, Pilot Lion Air Tak Diberi Izin Terbang

kumparanNEWSverified-green

Ilustrasi Lion Air Group Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Lion Air Group Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Beredar sebuah video CCTV yang menayangkan oknum pilot maskapai Lion Air memukul seorang pegawai hotel. Setelah ditelusuri, diketahui kejadian pemukulan ini terjadi di Hotel La Lisa, Surabaya, pada 30 April 2019.

Manajemen Hotel La Lisa telah membenarkan video yang beredar terjadi di hotel tersebut. Pihak hotel juga sudah memberikan surat teguran ke manajemen Lion Air, untuk minta tindak lanjut dan penyelesaian kasus pemukulan ini.

Sementara itu, Corporate Communication Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, menyebut pihaknya telah memberikan sanksi kepada pilot yang berinisial AG itu. Sanksi yang diberikan berupa tidak diberikan izin tugas terbang atau di-grounded.

"Lion Air sudah melaksanakan aturan perusahaan dengan tidak menugaskan AG sesuai profesinya atau tidak memberikan izin tugas terbang (grounded)," kata Danang dalam keterangan resminya, Jumat (3/5).

Saat ini, pihak Lion Air masih mengumpulkan data dan keterangan lainnya untuk kebutuhan investigasi atau penyelidikan lebih lanjut. Danang juga menegaskan Lion Air sangat patuh menerapkan budaya kedisiplinan, termasuk perilaku dan etika karyawannya.

"Apabila pilot dimaksud (AG) terbukti bersalah setelah keputusan penyelidikan selesai, maka Lion Air akan memberikan sanksi tegas dengan memberhentikan dari perusahaan," ujarnya.

embed from external kumparan

Sebelumnya, General Manager Hotel La Lisa Surabaya Rahmi D. Pris menyayangkan peristiwa pemukulan terhadap karyawannya. Pihaknya telah mengirimkan surat teguran kepada manajemen Lion Air untuk proses penyelesaian lebih lanjut atas kasus ini.

"Memang bersalah, sudah pasti, memang mengecam, sudah pasti. Kami menghormati proses hukum, kami menunggu feedback yang baik, telepon yang baik oleh tim (Lion Air) yang sana juga," tutur Rahmi kepada kumparan.

Pilot AG disebut memukul seorang staf hotel karena merasa kurang puas dengan layanan jasa penyeterikaan, yang membuat seragam dinasnya tak rapi.

Dalam rekaman yang beredar, nampak AG mendatangi meja resepsionis yang saat itu tengah dijaga oleh dua pegawai hotel. Ia marah-marah, lalu masuk menyeruak ke bagian dalam meja resepsionis.

Ia lalu membentangkan tangan dan meminta seorang petugas resepsionis untuk melihat seragam yang dikenakannya. Beberapa saat kemudian, ia melayangkan tamparan ke bagian wajah pegawai hotel tersebut. Tak sekali, karyawan pria itu ditampar hingga empat kali.

embed from external kumparan