Pulau Matakus Siap Jadi Pusat Diving Terbesar di Timur Indonesia

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pulau Asutubun, Saumlaki (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pulau Asutubun, Saumlaki (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) tengah menyiapkan sentra pariwisata baru di Kepulauan Tanimbar. Salah satunya adalah Pulau Matakus yang akan disiapkan menjadi pusat diving atau menyelam terbesar di wilayah timur Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten MTB, M Batlolona mengungkapkan seluruh persiapan pembangunan infrastruktur pembangunan pusat diving di Pulau Matakus sudah dilakukan sejak tahun lalu. Hingga saat ini pengembangan masih dilakukan, dan puncaknya akan dikerjakan pada tahun depan.

"Pulau Matakus, Pulau Angormas dan Pulau Mustabun akan menjadi segitiga pusat diving.  Kita sudah survey spot dive, lalu pembangunan center akan dibangun di Matakus.  Tahun depan kita bangun," ungkap Batlolona kepada kumparan (kumparan.com), Sabtu (19/8).

Nelayan menyelam (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Nelayan menyelam (Foto: Thinkstock)

Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga sudah disiapkan untuk pembangunan infrastruktur.  Tahun lalu,  Pemerintah Kabupaten MTB sudah menggelontorkan dana APBD sekitar Rp 1,5 miliar.  Sementara itu,  di tahun ini dana yang disiapkan hanya Rp 600 juta dan tahun depan meningkat menjadi Rp 3 miliar.

Adapun beberapa sarana yang sudah dibangun di Pulau Matakus misalnya 3 unit cottage dan beberapa alat selam. Menurut rencana, Pemkab MTB juga akan menambah 50 unit tabung oksigen dan membangun dive center.

"Kita juga sudah business matching di Kementerian Pariwisata. Kita sampaikan ke investor dan ada beberapa yang mau ke sini.  Kita harapkan mereka bangun resort," imbuhnya.

Batlolona mengklaim kualitas terumbu karang di Pulau Matakus jauh lebih baik dibandingkan daerah lain, misalnya dengan Laut Bunaken. Kemudian arus laut di Pulau Matakus relatif lebih tenang sehingga ideal untuk para penyelam. Dengan adanya pusat diving terbesar di Pulau Matakus, lebih banyak menjaring lagi wisatawan asing, seperti asal Australia dan Selandia Baru.

"Oleh karena itu kita siapkan dive center sebagai daya tarik wisatawan Australia dan Selandia Baru.  Kita berharap 5 sampai 10 tahun lagi, wilayah itu cepat berkembang," jelasnya.