Pulihkan Ekonomi, Jokowi Bentuk Gugus Tugas Baru?

Selain menangani wabah virus corona, Presiden Jokowi berkali-kali menekankan fokus pemerintah adalah menghadapi krisis ekonomi yang muncul sebagai dampak pandemi.
Dalam pidato di Sidang Kabinet 18 Juni, Jokowi menyebut OECD (Organization of Economic Co-operation and Development) memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia terkontraksi minus 6-7,6 persen. Sementara bank dunia memprediksi minus 5 persen.
Untuk mengatasi ancaman krisis tersebut, Jokowi disebut tengah menyiapkan unit kerja baru berupa Gugus Tugas Pemulihan Ekonomi.
Sejumlah sumber di kalangan pemerintahan membenarkan rencana Jokowi ini. Gugus Tugas ini nanti akan berfungsi layaknya Gugus Tugas Penanganan COVID-19. Bedanya, unit ini fokus untuk mencegah dampak ekonomi lebih parah di tengah pandemi.
Gugus Tugas Pemulihan Ekonomi nantinya akan berada di bawah komando Presiden Jokowi. Tugas pemulihan ekonomi yang dimaksud antara lain menangani atau mencegah masalah pengangguran atau PHK yang belakangan marak di tengah pandemi virus corona.
Sejumlah sumber menyebut, Jokowi akan segera mengumumkan pembentukan Gugus Tugas Pemulihan Ekonomi ini. Meski belum dipastikan tanggal pasti Jokowi akan mengumumkan.
Mengenai pembentukan Gugus Tugas Pemulihan Ekonomi, kumparan sudah mencoba konfirmasi kepada Sekretariat Kabinet Pramono Anung dan Mensesneg Pratikno. Namun, keduanya tidak menjawab.
Siapa Kepala Gugus Tugas Pemulihan Ekonomi?
Menurut berbagai sumber di kalangan pemerintahan, ada beberapa nama yang disebut-sebut menjadi kandidat Kepala Gugus Tugas Pemulihan Ekonomi.
Salah satu yang akan digadang-gadang menjadi Kepala Gugus Tugas adalah salah satu menteri di kabinet Indonesia Maju. Selain itu, muncul juga nama seorang pengusaha muda yang juga seorang politisi.
Lalu apakah rencana pembentukan Gugus Tugas Pemulihan Ekonomi ini akan teralisasi? Kita tunggu saja.
