Puluhan Juta Anak Meksiko Akan Ikuti Pembelajaran Jarak Jauh Melalui Siaran TV

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah anak berdiri di balkon apartemen ketika mendengarkan cerita Percibald Garcia di komplek apartemen, di Mexico City, Meksiko. Foto: Marco Ugarte/AP Photo
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah anak berdiri di balkon apartemen ketika mendengarkan cerita Percibald Garcia di komplek apartemen, di Mexico City, Meksiko. Foto: Marco Ugarte/AP Photo

Puluhan juta anak di Meksiko akan memulai tahun ajaran baru sekolah dengan mengikuti pembelajaran jarak jauh melalui siaran TV. Sistem ini merupakan uji coba pembelajaran jarak jauh karena pandemi virus corona.

Dilansir dari AFP, Senin (24/8), pemerintah telah bekerja sama dengan empat stasiun TV untuk menyiarkan materi pembelajaran ke seluruh negeri. Akan ada sekitar 30 juta murid rentang usia 4 tahun hingga 18 tahun yang akan belajar melalui siaran TV sampai situasi memungkinkan mereka untuk kembali ke sekolah.

Pembelajaran tatap muka di Meksiko ditangguhkan sejak Maret. Sebagaimana diketahui, ada lebih dari 60.000 kematian akibat virus corona, menjadikan Meksiko negara ketiga di dunia dengan kasus kematian terparah setelah Amerika Serikat dan Brasil.

"Terlepas dari pandemi, rasa sakit, penderitaan yang ditimbulkannya, yang sayangnya terus berlanjut, kami..... bertahan," kata Presiden Andreas Manuel Lopez Obrador saat mengumumkan tahun ajaran baru sekolah dibuka.

Percibald Garcia, seorang pembaca cerita saat mendongeng untuk anak-anak di komplek apartemen, di Mexico City, Meksiko. Foto: Marco Ugarte/AP Photo

Pemerintah menjelaskan memilih TV untuk pembelajaran jarak jauh karena dapat menjangkau 94 persen murid di seluruh negara, dibandingkan internet yang hanya menjangkau antara 70 persen sampai 80 persen. Meski demikian, sejumlah orang tua menyampaikan kekhawatirannya.

"Saya khawatir seberapa efektif (pelajaran) dapat dilakukan melalui TV," kata Alfredo Urdiain, yang putranya berusia 11 tahun termasuk di antara murid yang akan belajar dengan format baru.

Dia juga mengkritik versi pembelajaran jarak jauh sebelumnya yang "buruk" dan terlihat seperti "diambil dari Youtube".

Menteri Pendidikan Esteban Moctezuma mengatakan, konten pembelajaran akan tersedia dalam 22 bahasa asli dan materi pendidikan akan disiarkan juga melalui radio di daerah terpencil.

embed from external kumparan