Puluhan Kapal Global Sumud Flotilla Diperkirakan Tiba di Gaza 2-3 Hari Lagi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wanda Hamidah, salah satu delegasi dari Indonesia yang turut serta berangkat ke Gaza dalam Global Sumud Flotilla, pada Selasa (16/9). Foto: Dok. Indonesia Peace Convoy
zoom-in-whitePerbesar
Wanda Hamidah, salah satu delegasi dari Indonesia yang turut serta berangkat ke Gaza dalam Global Sumud Flotilla, pada Selasa (16/9). Foto: Dok. Indonesia Peace Convoy

Sebanyak 47 kapal Global Sumud Flotilla (GSF) diperkirakan bakal tiba di Gaza dalam waktu 2-3 hari ke depan. Menurut koordinator Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) Muhammad Husein, kapal-kapal yang berada di garis depan kini hanya hanya berjarak sekitar 300 nautical mile (Nm) dari bibir pantai Gaza.

"Insyaallah dalam dua atau tiga hari ke depan, kapal-kapal yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza, sudah tiba di Gaza,” ujar Husein melalui zoom meeting bersama relawan, dan aktivis IGPC, Senin (29/9).

Husein saat ini tengah berlayar dengan kapal observer bernama Summertimes - Jong. Posisinya sudah berada di perairan internasional, tepatnya di sebelah tenggara perairan Kreta-Yunani.

Muhammad Husein melaporkan langsung dari kapal yang menuju Gaza. Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan

Sebelumnya, kapal yang ditumpangi Husein dari Tunisia yaitu Nusantara mengalami kendala di perairan Sisilia, Italia. Maka, dia pun berganti kapal bersama sejumlah relawan lainnya.

Menurut Husein, kapal yang kini ditumpanginya jauh lebih kuat dari kapal sebelumnya. Harganya, kata Husein, juga lebih murah. Lebih cocok untuk perjalanan jarak jauh karena lebih lebar isinya.

"Ada 21 orang di kapal ini. Ada dari Indonesia, Malaysia, Afsel, Inggris, Pakistan, Palestina, ada juga Turki, Maroko, Aljazair, Tunisia, Italia," kata Husein.

Kapal-kapal Global Sumud Flotilla di Perairan Tunisia. Foto: Dok. IGPC

Husein mengatakan, kapalnya kini tengah mengejar kapal-kapal rombongan lainnya. Menurutnya, fungsi kapal obeserver untuk memantau pergerakan kapal-kapal yang ada di depan. Termasuk juga untuk mengumpulkan bukti-bukti pelanggaran maupun serangan yang dilakukan Israel.

Menurutnya, kapalnya memiliki kecepatan sekitar 12-13 knot. Lebih cepat dari kapal-kapal lain di depan yang melaju sekitar 6-7 knot. Dia pun optomistis bisa bergabung dengan kapal-kapal lainnya.

"Kapal ini fungsinya untuk mendokumentasikan barang bukti di GSF. Meski demikian, kita sudah di perairan internasional. Kita sudah jadi sasaran empuk juga, meski ada red zone, yellow zone, Israel ini kan unpredictable, bisa jadi yang diserang kapal kita duluan," tutur Husein.

Kapal Global Sumud Flotilla diperkirakan sampai di Gaza dalam 2-3 hari ke depan. Foto: Sumud Nusantara

Yellow zone atau zona kuning yang dimaksud Husein adalah titik kumpul kapal dari berbagai penjuru. Jaraknya sekitar 300 nautical mile (Nm) dari bibir pantai Gaza. Setelah menembus yellow zone, kapal-kapal itu akan memasuki zona merah yang mengacu pada titik kapal-kapal terdahulu yang pernah diserang Israel. Misalnya seperti kapal Madleen atau Mavi Marmara. Zona ini berada di radius 100 Nm dari Gaza.

Sementara itu, kata Husein, relawan Indonesia lainnya, yakni Wanda Hamidah, dan Muhammad Faturrahman masih menunggu di perairan Italia akibat kapal yang mereka tumpangi rusak.

Sebelum mengakhiri laporannya, Husein lalu meminta Presiden Prabowo agar bisa meniru Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim. Menurutnya PM Malaysia itu mendukung partisipasi warganya dalam Global Sumud Flotilla.

“Kami meminta agar Pak Prabowo Subianto, cukup hanya me-mention Global Sumud Flotilla sebagai bentuk partisipasinya dalam memberikan perlindungan terhadap warga-warga Indonesia yang ikut dalam aksi kemanusiaan menembus blokade Gaza ini,” kata Husein.