Puluhan Orang Tewas Akibat Banjir Bandang di India dan Bangladesh

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Banjir di Assam, India  (Foto: REUTERS/Anuwar Hazarika)
zoom-in-whitePerbesar
Banjir di Assam, India (Foto: REUTERS/Anuwar Hazarika)

Puluhan orang tewas dan satu juta orang terlantar akibat banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di India dan Bangladesh.

Mengutip dari Reuters, Sungai Brahmaputra yang mengalir dari Himalaya ke India melewati Bangladesh dikabarkan meluap dan membanjiri lebih dari 1.500 desa di India sejak pekan lalu. Menteri Sumber Daya Air Assam Keshab Mahanta menyebut hingga kini situasi banjir masih berstatus siaga tinggi

"Kantor ramalah cuaca memperkirakan hujan lebat dan angin kencang akan terjadi selama 48 jam ke depan," ujar Mahanta pada Selasa (19/6).

Selain itu, Mahanta mengatakan saat ini negaranya dalam kondisi siaga maksimum dan sudah mempersiapkan personel tentara juga helikopter untuk mengantisipasi hal-hal yang berhubungan dengan keselamatan korban banjir.

Tercatat, banjir bandang yang terjadi di negara bagian Assam, Tripura dan Manipur, India telah menewaskan 20 orang dan mengakibatkan 800 ribu orang lainnya terlantar. Sementara itu, di Bangladesh 11 orang tewas dan lebih dari 250 ribu orang mengungsi.

Sebelumnya, musibah tanah longsor yang diakibatkan oleh curah hujan tinggi menyebabkan 12 orang meninggal dunia di Bangladesh Tenggara termasuk dua pengungsi muslim Rohingya dari Myanmar yang tinggal di kamp-kamp dekat perbatasan.