Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Gilimanuk, Bali: Sebelum Nyepi, 16-17 Maret 2026

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah kendaraan antre memasuki kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Kamis (27/3/2025). Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah kendaraan antre memasuki kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Kamis (27/3/2025). Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO

Dinas Perhubungan memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Bali berlangsung sebelum pelaksanaan Hari Raya Nyepi, yaitu pada Rabu, 16 Maret 2026; dan Kamis, 17 Maret 2026.

Perayaan Hari Raya Nyepi diawali dengan pawai ogoh-ogoh atau pengerupukan yang jatuh pada Jumat, 18 Maret 2026. Hari Nyepi jatuh pada 19 Maret 2026.

“Mungkin ada beberapa yang mendahului untuk mudik, tapi polanya pergerakan penumpang akan agak naik itu dimulai sejak tanggal 14, 15, dan puncaknya kalau di Pelabuhan Gilimanuk itu tanggal 16 dan 17,” kata Kadishub Bali I Kadek Mudarta, Selasa (10/3).

Mudarta memprediksi jumlah pergerakan arus mudik tahun 2026 meningkat sekitar 4 persen dibandingkan tahun 2025. Yaitu dari sekitar 1,65 juta pada tahun 2025 menjadi 1,75 juta pada tahun 2026.

Pada puncak arus mudik, jumlah penumpang keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk diprediksi lebih dari 170 ribu orang dan 30 ribu kendaraan.

Jadwal Mudik Diatur Agar Tak Terjebak di Jalan saat Nyepi

Mudarta mengimbau warga mengatur jadwal perjalanan mudik agar tidak terjebak di jalan raya saat pelaksanaan Hari Raya Nyepi.

Menurutnya, hampir seluruh akses lalu lintas di wilayah Bali berpotensi macet pada saat pengerupukan atau pawai ogoh-ogoh pada Rabu (18/3). Hal ini bisa mempengaruhi lama perjalanan pemudik sampai di pelabuhan atau bandara.

Di sisi lain, pada Kamis (19/3) sekitar pukul 06.00 WITA, pelabuhan dan bandara tutup. Hal ini juga berlaku untuk fasilitas lain seperti jaringan provider internet, lampu, SPBU, warung, dan lainnya.

“Tapi kalau melihat pola tahun lalu, ketika pengerupukan volume pergerakan sudah jauh menurun. Artinya bisa disimpulkan masyarakat itu sudah mengetahui hal itu dan sudah bisa mengatur sendiri perjalanannya,” sambungnya.

Antisipasi Antrean Panjang Kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk

Sejumlah kendaraan antre memasuki kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Kamis (27/3/2025). Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO

Mudarta tak menampik antrean kendaraan bakal terjadi di Pelabuhan Gilimanuk saat puncak arus mudik berlangsung. Dia mengaku sudah mempersiapkan sejumlah strategi.

Yaitu pembatasan kendaraan logistik, menyiapkan buffer zone untuk menampung kendaraan sebelum diarahkan ke pelabuhan, serta menerapkan sistem delay dengan mengalihkan arus kendaraan ke jalan rumah penduduk sebelum diarahkan ke pelabuhan.

“Nah, Pelabuhan Gilimanuk kan dia punya kapasitas. Kapasitas kapal dengan jumlah kapal dan juga daya angkutnya. Nah, kalau pemudik kemungkinan besar memang tidak akan bisa diakomodir, pasti akan ada antrean. Nah, untuk mengantisipasi itu sudah disiapkan beberapa rencana,” katanya.