Pura-pura Kunjungan Sosial Jadi Salah Satu Alasan UAS Ditolak Masuk Singapura
·waktu baca 2 menit

Pemerintah Singapura sebut Ustaz Abdul Somad (UAS) berpura-pura melakukan kunjungan sosial untuk masuk ke negaranya. Ini merupakan salah satu alasan mengapa UAS dilarang masuk ke Negeri Singa.
“Somad mencoba masuk Singapura dengan berpura-pura kunjungan sosial,” tulis Kementerian Dalam Negeri Singapura dalam pernyataan mereka.
“Pemerintah Singapura memiliki pandangan serius terhadap setiap orang yang menganjurkan kekerasan atau mendukung ekstremisme dan segregasi. Somad dan rombongan perjalanannya ditolak masuk Singapura,” sambung mereka.
UAS sendiri telah menegaskan bahwa dia datang ke Singapura untuk berlibur bersama keluarganya, bukan untuk melakukan ceramah ataupun tablig akbar.
Kendati demikian, Kemendagri Singapura memastikan bahwa seluruh pengunjung asing yang datang tidak akan secara otomatis diizinkan masuk ke dalam negara mereka.
Setiap negara, termasuk Singapura, mempunyai wewenang untuk melarang warga asing masuk ke wilayahnya demi melindungi keamanan dan kepentingan mereka.
Singapura juga memandang sosok UAS sebagai ustaz yang sering menyebarkan ajaran ekstrem yang menjurus ke perpecahan. Mereka menilai, kehadiran UAS di Singapura menimbulkan ancaman bagi masyarakat mereka berasal dari ragam latar belakang.
"Somad diketahui menyebarkan ceramah ekstrem dan segregasi yang tidak dapat diterima oleh masyarakat multi-ras dan multi-agama di Singapura," tulis mereka.
"Contohnya, Somad ceramah mengenai bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Palestina-Israel dan dapat dianggap syahid. Dia juga berkomentar yang merendahkan agama lain, seperti Salib Kristen dianggap sebagai tempat tinggal jin kafir. Somad juga secara terbuka menyebut non-Muslim kafir," papar mereka.
UAS dan rombongannya berkunjung ke Singapura pada Senin (16/5/2022). Namun, setibanya di Pelabuhan Tanah Merah UAS sempat ditahan oleh petugas imigrasi untuk diwawancara.
UAS pun dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk masuk ke Singapura dan ketujuh orang tersebut dipulangkan ke Indonesia melalui Batam.
Sebelum Kemendagri Singapura mengeluarkan pernyataan, UAS sempat mempertanyakan alasan kenapa dirinya ditolak masuk.
