Pura-pura Tidur, Pria di Bus JR Connexion Diduga Lecehkan Penumpang Wanita

Seorang penumpang wanita bus JR Connexion rute Blok M-Bogor diduga menjadi korban pelecehan seksual saat perjalanan di Tol Jagorawi, Kamis (17/9) malam. Terduga pelaku bernama Fariz Maulana kemudian diamankan petugas PJR Jagorawi.
Kainduk PJR Jagorawi Kompol Jajuli mengatakan bus tersebut menepi di depan kendaraan petugas PJR di KM 14 A arah Bogor sekitar pukul 19.15 WIB. Kernet kemudian melaporkan dugaan pelecehan yang terjadi di dalam bus.
“Ya, untungnya ada yaitu yang divideoin itu minggir, terus keneknya nyamperin bawa itu (terduga pelaku), 'Pak, itu ada orang yang diduga melakukan pelecehan seksual' gini. Ya terus PJR-nya langsung naik ke atas, langsung ditenteng gitu sama anggota saya, gitu,” kata Jajuli, Jumat (18/9).
Petugas kemudian membawa korban dan terduga pelaku ke Induk PJR Jagorawi untuk dimintai keterangan.
Menurut keterangan korban, terduga pelaku berpura-pura tidur sambil beberapa kali meraba paha korban. Korban lalu menegur pelaku hingga diketahui kernet dan penumpang lain.
Dalam video yang beredar, korban terlihat memarahi pria yang diduga melakukan pelecehan. Pria tersebut tampak mengenakan kacamata hitam, topi, dan kemeja merah.
Penumpang lain kemudian memaksa terduga pelaku turun dari bus. Jajuli mengatakan pelaku sempat membantah perbuatannya.
Akhirnya, keluarga korban dan terduga pelaku dipertemukan di Induk PJR Jagorawi. Perkara itu pun diselesaikan secara kekeluargaan setelah terduga pelaku meminta maaf dan membuat surat pernyataan.
“Bikin surat pernyataan di atas meterai, terus langsung dibacakan lewat video call-nya, kan gitu. divideoin sama anggota saya, divideoin,” ujarnya.
Berikut adalah pernyataan lengkap terduga pelaku:
Saya, Fariz Maulana.
Menyatakan khilaf dan maaf kepada ibu sebelah saya di bus jurusan Blok M-Kota Bogor. Bus tersebut berangkat pada 17 September 2026 dari Jakarta sekitar pukul 17.50 WIB.
Atas kejadian ini menjadi pembelajaran berharga bagi saya, dan saya lebih takut kepada Allah SWT.
Jika saya melakukan hal tersebut lagi, baik dengan beliau maupun kepada pihak lain, saya siap bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Dengan ini saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak petugas Penjagaan Tol Jagorawi atas mediasi penyelesaian masalah yang terjadi. Saya doakan seluruh petugas selalu sehat dalam menjalankan tugas.
