Purnawirawan TNI/Polri hingga Pakar Nyaleg di PDIP: Ganip Warsito-Mbah Rono
·waktu baca 2 menit

PDI Perjuangan secara resmi mendaftarkan bakal calon anggota legislatif DPR ke KPU pada Kamis (11/5). Sejumlah purnawirawan dari TNI/Polri dan juga akademisi didaftarkan untuk berebut kursi di Pileg 2024.
“TNI ada 11 purnawirawan seperti Letnan Jenderal TNI Purn Ganip Waristo, Letjen TNI Marinir Purn Yuhastihar, Laksma TNI Purn Agustiaji, Mayor Jenderal TNI Marinir Purnawirawan Sahut Tamba, Mayjen Purn Gunawan Pagi, Letjen Purn Yogi Wayangsimus yang nanti ditugaskan di Papua Barat,” kata Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (11/5).
“Dalam konteks memperkuat pemahaman terhadap pertahanan dan keamanan negara juga direkrut purnawirawan TNI Polri misalnya dari incumbent ada Mayor Jenderal Purn TB hasanudin, Mayjen Sturman Panjaitan,” sambungnya.
Selain itu, purnawirawan dari unsur Polri yang juga menjadi bacaleg di PDIP. PDIP juga mendaftarkan sejumlah akademisi dalam kontestasi lima tahunan ini.
“Dari akademisi, juga direkrut berbagai pakar, pakar pertanian, lingkungan hidup, kemudian dari kalangan profesi keinsinyuran, dokter, ahli kesehatan, kemudian transformasi penguasaan teknologi, itu bergabung ke PDI Perjuangan,” bebernya.
“Misalnya ada Mbah Rono itu yang dikenal sebagai pakar untuk geologi karena partai, Ibu Mega menaruh perhatian yang begitu serius terkait dengan mitigasi bencana,” terang dia.
Mbah Rono yang memiliki nama asli Surono adalah mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang bergabung ke PDIP tahun 2022. Nama ahli gunung api bergelar doktor ini populer menyusul bergolaknya Gunung Merapi pada tahun 2010.
Lebih lanjut, Hasto menyebut setiap kader yang dicalonkan sudah melalui tahap kaderisasi partai. Sehingga dapat melaksanakan tugas legislasi dengan baik.
“Seluruh proses penetapan bakal calon telah dilakukan dengan seksama secara demokratis dan juga terbuka serta menjaring dari tokoh-tokoh masyarakat dan tentu saja sebagai partai yang melakukan pelembagaan melalui pendidikan politik dan kaderisasi,” pungkasnya.
