Putin Ingin Perdamaian Abadi di Ukraina, tapi Tetap Ingin Tujuan Perang Tercapai
ยทwaktu baca 2 menit

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan ingin perdamaian abadi di Ukraina. Dia menjamin fondasi perdamaian di kedua negara.
"Kita membutuhkan perdamaian yang abadi dan stabil di atas fondasi yang kokoh yang akan memuaskan Rusia dan Ukraina, dan akan menjamin keamanan kedua negara," kata Putin kepada para wartawan, dikutip dari AFP, Sabtu (2/8).
Namun, sikap Putin terhadap perang di Ukraina tidak berubah. Dia menegaskan tetap ingin mencapai tujuan perang, yaitu meminta Ukraina secara efektif menyerahkan kendali atas 4 wilayah yang diklaim Moskow telah dianeksasi.
"Persyaratan tentu saja tetap sama," sambungnya.
Ukraina konsisten menyatakan tidak akan melepaskan Luhansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhzhia. Mereka meminta Barat utamanya AS untuk mengirimkan lebih banyak senjata bagi pasukannya guna menahan serangan harian Rusia, dan menjatuhkan lebih banyak sanksi kepada Rusia dan mitra dagangnya.
Kini, Rusia tengah menghadapi ultimatum 10 hari sejak awal pekan ini dari AS untuk menghentikan pertempuran dengan Ukraina. Putin berulang kali menolak ultimatum.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga mendesak pertemuan dengan Putin untuk mengakhiri konflik dan mengusulkan perundingan tingkat tinggi pada akhir Agustus.
"Kami memahami siapa yang membuat keputusan di Rusia dan siapa yang harus mengakhiri perang ini," ujarnya di media sosial pada Jumat (1/8) lalu.
Ia juga menyatakan negaranya siap bertemu Putin di level pemimpin kapan saja.
Rudal nuklir disiapkan di perbatasan Ukraina
Putin sebelumnya berbicara dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko. Dia mengatakan Moskow telah mulai memproduksi massal Oreshnik -- rudal berkemampuan nuklir hipersonik.
Rudal itu sempat digunakan untuk menyerang kota Dnipro di Ukraina tengah tahun lalu sebelum mengumumkan kemungkinan penempatan rudal tersebut di Belarusia, sekutu dekatnya.
"Spesialis kami, baik spesialis militer Belarusia maupun spesialis Rusia, telah memilih tempat untuk posisi-posisi mendatang," kata Putin.
"Pekerjaan saat ini sedang dilakukan untuk mempersiapkan posisi-posisi ini. Jadi, kemungkinan besar kami akan menyelesaikan masalah ini pada akhir tahun," tambahnya.
Selama sebulan terakhir, Al Jazeera melaporkan Rusia telah mengerahkan 3.800 drone dan hampir 260 rudal untuk menyerang Ukraina.
