Putin Janji Berikan 6 Negara Afrika Puluhan Ribu Ton Gandum Gratis

Presiden Rusia Vladimir Putin berjanji bakal memberikan hingga 50 ribu ton gandum dalam beberapa bulan ke depan untuk enam negara di Afrika.
Janji ini muncul, setelah Moskow pada pekan lalu menarik diri dari kesepakatan ekspor gandum Ukraina melalui Laut Hitam yang ditengahi Turki dan PBB.
Dikutip dari Reuters, janji tersebut disampaikan Putin dalam pidatonya saat membuka pertemuan puncak KTT Rusia-Afrika di Kota Saint Petersburg, Rusia, pada Kamis (27/7).
Moskow mengatakan, pertemuan itu dihadiri 49 dari 54 negara di benua Afrika —termasuk 17 kepala negara dan 4 kepala pemerintahan.
Putin siap menggantikan ekspor gandum Ukraina ke Afrika secara komersial maupun sukarela. Dia juga menekankan bagaimana Rusia menghormati peran penting yang diemban negaranya dalam rantai ketahanan pangan global.
"Kami akan siap untuk menyediakan 25-50.000 ton biji-bijian gratis untuk Burkina Faso, Zimbabwe, Mali, Somalia, Republik Afrika Tengah, dan Eritrea dalam 3-4 bulan ke depan," ujar Putin.
"Kami juga akan menyediakan pengiriman gratis produk-produk ini kepada konsumen," sambung dia.
Rusia dan Ukraina berperan penting dalam pasokan gandum, jagung, minyak bunga matahari, dan produk pertanian lainnya dalam rantai pangan global.
Pengiriman pasokan pangan ini sempat terhambat akibat operasi militer khusus Rusia di Ukraina, dipicu oleh sanksi yang dijatuhi Barat.
Demi mencegah terjadinya krisis pangan global, PBB dan Turki kemudian berinisiatif untuk menjadi penengah dan menghasilkan sebuah kesepakatan ekspor melalui jalur aman.
Kesepakatan itu sudah tidak berlaku lagi pada bulan ini, disusul oleh penolakan Moskow untuk memperpanjangnya.
Menyinggung hal itu, dalam KTT Putin mengatakan lebih dari 70 persen gandum Ukraina yang berhasil diekspor berkat kesepakatan tersebut ternyata telah dikirim ke negara-negara yang berpenghasilan tinggi atau di atas rata-rata — termasuk Uni Eropa.
Sementara negara-negara miskin di Afrika, kata Putin, dibohongi. Sebab mereka hanya menerima maksimal tiga persen dari total pasokan gandum yang dikirim.
Putin menambahkan, sanksi-sanksi yang dijatuhkan Barat atas perang Rusia di Ukraina bahkan telah menghalanginya untuk memasok pupuk secara gratis ke negara-negara miskin.
"Sebuah gambaran paradoks muncul. Di satu sisi, negara-negara Barat menghalangi pasokan biji-bijian dan pupuk kami [melalui sanksi], sementara di sisi lain mereka secara munafik menyalahkan kami atas situasi krisis saat ini di pasar pangan dunia," ungkap Putin.
