Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Putin Minta Ukraina Dipimpin Pemerintah Sementara agar Perang Usai
28 Maret 2025 14:23 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Presiden Rusia Vladimir Putin mengusulkan agar Ukraina ditempatkan di bawah pemerintahan sementara agar bisa menggelar pemilu baru dan membahas kesepakatan penting guna mencapai penyelesaian perang.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Reuters, Jumat (28/3), hal itu dinyatakan Putin saat mengunjungi pelabuhan Murmansk. Pernyataan itu muncul di tengah upaya AS mencapai penyelesaian konflik dengan membangun kembali hubungan dengan Rusia, dan terlibat dalam pembicaraan terpisah dengan Moskow dan Kiev.
Putin sebelumnya menuduh Ukraina dan pemimpin Eropa mencoba memperpanjang pembicaraan gencatan senjata tanpa niat serius untuk menghentikan peperangan.
Saran Putin terkait pemerintahan sementara itu menanggapi keluhan yang sudah lama muncul bahwa otoritas Ukraina bukanlah mitra negosiasi yang sah. Sebab, Presiden Volodymyr Zelensky tetap berkuasa setelah masa jabatannya berakhir pada Mei 2024.
"Pada prinsipnya, pemerintahan sementara dapat diperkenalkan di Ukraina di bawah naungan PBB, AS, negara-negara Eropa dan mitra kita," kata Putin.
"Ini dilakukan untuk menyelenggarakan pemilihan umum yang demokratis dan mengangkat pemerintahan yang cakap, yang dipercaya masyarakat, dan kemudian mulai membahas perjanjian perdamaian dengan mereka," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Putin mengatakan, upaya Trump untuk melanjutkan pembicaraan dengan Ukraina menunjukkan politisi Republik itu menginginkan perdamaian.
"Dalam pandangan saya, presiden terpilih Amerika Serikat dengan tulus ingin mengakhiri konflik karena berbagai alasan," ujarnya.
Menanggapi pernyataan Putin itu, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih mengatakan pemerintahan di Ukraina ditentukan oleh konstitusi dan rakyat di sana. Hingga saat ini, belum ada tanggapan dari Ukraina.
Trump mengatakan ingin menjadi penengah agar perang segera berakhir, tapi rangkaian pembicaraan masih belum membicarakan perubahan signifikan.