Putin Sendirian Hadiri Ibadah Natal Ortodoks di Katedral Kremlin

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Rusia Vladimir Putin meninggalkan misa Natal Ortodoks di Gereja Saint Nikolai di Pulau Lipno di delta Sungai Msta, Veliky Novgorod, (7/12/2021). Foto: Mikhail Klimentyev/SPUTNIK/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin meninggalkan misa Natal Ortodoks di Gereja Saint Nikolai di Pulau Lipno di delta Sungai Msta, Veliky Novgorod, (7/12/2021). Foto: Mikhail Klimentyev/SPUTNIK/AFP

Presiden Rusia Vladimir Putin seorang diri menghadiri kebaktian Natal Ortodoks pada Sabtu (7/1) di katedral Kremlin di ibu kota Moskow.

Laporan kantor berita RIA Novosti, ini adalah kali pertama Putin menghadiri perayaan Natal di Moskow. Biasanya saat Natal, Putin beribadah di wilayah sekitar ibu kota.

Dalam tayangan yang disiarkan televisi nasional Rusia, Putin nampak berada di dalam Katedral Kabar Sukacita. Ia terlihat mengikuti ibadah tengah malam atau kerap disebut Liturgi Ilahi dengan khidmat.

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri misa Natal Ortodoks di sebuah gereja di kediaman negara Novo-Ogaryovo, Moskow, (7/12/2022). Foto: Alexey Nikolsky/SPUTNIK/AFP

Putin dikenal sebagai penganut Ortodoks yang dekat dengan otoritas gereja tersebut. Pada tahun lalu, Putin beribadah Natal di Novo-Ogaryovo di luar Moskow. Sedangkan 2022 Putin memilih mengikuti Liturgi Ilahi di Novgorod.

Tak seperti dengan Natal, pada Paskah 2022 lalu, Putin beribadah bersama ribuan umat Ortodoks di Moskow, demikian dikutip dari Reuters.

Berbeda dengan umat Kristen pada umumnya yang merayakan Natal pada 25 Desember, pemeluk Kristen Ortodoks memperingati kelahiran Yesus Kristus pada 6-7 Januari setiap tahunnya.

Pemimpin Gereja Ortodoks Rusia, Patriark Kirill. Foto: Dok. Orthochristianity

Sementara itu, hubungan Putin dan otoritas Gereja Ortodoks di Rusia makin mesra semenjak invasi Ukraina diluncurkan pada Februari 2022 lalu. Gereja Ortodoks Rusia mendukung upaya Putin menginvasi negara tetangganya itu.

Beberapa hari lalu Patriark Moskwa dan semua bangsa Rusia, Kirill, menyerukan gencatan senjata Rusia-Ukraina untuk menghormati Natal. Putin mematuhinya dan meminta segala bentuk serangan disetop mulai dari 6-7 Januari 2023.