Putin Telepon Pemimpin Negara Teluk, Desak Gencatan Senjata

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: Maxim Shemetov / POOL / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: Maxim Shemetov / POOL / AFP

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (2/3) mendesak gencatan senjata segera di Timur Tengah lewat serangkaian panggilan telepon dengan para pemimpin negara Teluk.

Putin menghubungi negara-negara tersebut saat perang yang dipicu serangan AS dan Israel ke Iran makin meluas ke kawasan.

Serangan balasan dari Teheran disebut menghantam sejumlah target di wilayah Teluk. Dampaknya, otoritas setempat menutup wilayah udara dan mengganggu lalu lintas di hub penerbangan besar seperti Dubai dan Abu Dhabi.

Kantor berita AFP melaporkan Putin berbicara dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, serta para pemimpin Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dalam pertemuan bilateral pada hari kedua KTT Pemimpin G20 di Buenos Aires, pada 1 Desember 2018. Foto: Mikhail KLIMENTYEV/SPUTNIK/AFP

Dalam pembicaraan dengan Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan, kedua pemimpin "menekankan perlunya gencatan senjata segera dan kembali ke proses politik serta diplomatik,” demikian pernyataan resmi Kremlin, dilansir AFP.

Putin juga menyatakan kesiapannya menyampaikan kekhawatiran UEA atas serangan balasan Iran langsung ke Teheran, serta membantu menstabilkan situasi kawasan.

Sementara dalam percakapan dengan Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, keduanya mengungkap kekhawatiran atas “risiko meluasnya konflik dan bahaya terseretnya negara ketiga ke dalamnya.”

Sebelumnya, AFP juga melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam “setiap serangan terhadap target sipil, baik di Iran maupun di negara-negara Arab” dalam konflik yang sedang berlangsung.

Kapal selam angkatan laut Israel berlayar di dekat kapal curah berbendera Panama, Kaan Deval, di Laut Mediterania, Teluk Haifa, lepas pantai utara Haifa, Sabtu (28/2). Foto: Jalaa Marey/AFP

Di tengah isolasi dari Barat akibat invasi ke Ukraina, Putin belakangan memperkuat kemitraan di Timur Tengah. Moskow menjaga hubungan dekat dengan Iran sekaligus monarki Teluk.

UEA bahkan muncul sebagai mediator penting dalam perang Rusia-Ukraina, memfasilitasi pertukaran tahanan hingga menjadi tuan rumah pembicaraan antara pejabat AS, Rusia, dan Ukraina terkait proposal perdamaian yang digagas Washington.

Teheran sendiri merupakan sekutu kunci Moskow dan disebut memasok drone Shahed yang digunakan Rusia dalam ofensif di Ukraina.