Putin Tembakkan Senapan saat Kunjungi Pusat Pelatihan Wajib Militer Rusia

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu (ketiga dari kanan) bertemu dengan tentara saat kunjungan di pusat pelatihan militer Distrik Militer Barat di kota Ryazan, Rusia, Kamis (20/10/2022). Foto: Mikhail Klimentyev / Sputnik / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu (ketiga dari kanan) bertemu dengan tentara saat kunjungan di pusat pelatihan militer Distrik Militer Barat di kota Ryazan, Rusia, Kamis (20/10/2022). Foto: Mikhail Klimentyev / Sputnik / AFP

Presiden Rusia, Vladimir Putin, melakukan inspeksi di pusat pelatihan militer di wilayah Ryazan pada Kamis (20/10). Pusat itu dimaksudkan untuk mobilisasi warga sipil demi menyokong invasi ke Ukraina.

Ini merupakan kunjungan pertamanya ke pusat pelatihan setelah mengumumkan mobilisasi parsial pada 21 September. Dilansir Reuters, agenda tersebut diadakan menunjukkan dukungan pribadi Putin kepada para tentara yang akan berperang di Ukraina.

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, mendampingi perjalanan Putin. Shoigu melaporkan bagaimana para personel menjalani pelatihan kepada Putin. Televisi pemerintah menunjukkan Putin yang berpakaian serba hitam berbaring di tanah di bawah jaring kamuflase.

Mengenakan pelindung telinga dan kacamata pelindung, Putin melepaskan beberapa tembakan dengan Senapan Runduk Dragunov (SVD) yang baru dikembangkan. Ketika berdiri untuk pergi, dia berbalik dan bertanya kepada salah satu tentara.

"Keluarga seperti apa yang Anda miliki?" tanya Putin, dikutip dari AFP, Jumat (21/10).

"Seorang putri. Lima tahun," jawab prajurit itu.

Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu (ketiga dari kanan) bertemu dengan tentara saat kunjungan di pusat pelatihan militer Distrik Militer Barat di kota Ryazan, Rusia, Kamis (20/10/2022). Foto: Mikhail Klimentyev / Sputnik / AFP

Putin kemudian terlihat menepuk pundaknya dan memeluknya sambil mengucapkan 'semoga berhasil'. Melanjutkan inspeksi, pejabat militer menunjukkan barisan pria yang memperlihatkan peralatan militer dalam ransel mereka kepada Putin.

"Semuanya untuk memenuhi tugas," jelas seorang komandan.

Media pemerintah mengabarkan, panglima tertinggi mengamati latihan militer tersebut, termasuk latihan kebakaran, teknik, dan medis. Kemhan Rusia mengungkap, lebih dari 200.000 orang telah terdaftar untuk wajib militer sejak dekrit mobilisasi diumumkan.

Kunjungan tersebut dilakukan setelah laporan beredar bahwa personel mobilisasi tidak diperlengkapi dengan baik, sehingga menimbulkan komplain. Ada pun laporan bahwa surat panggilan ditujukan kepada orang yang tidak memenuhi kriteria wajib militer.

Aktivis dan jurnalis yang tidak memenuhi syarat ditangkap dan dipaksa mengikuti wamil. Otoritas pun mengabaikan riwayat kesehatan, status pelajar, dan usia warga. Situasi tersebut mendesak Putin untuk turun tangan dan mendesak perbaikan.

Petugas penegak hukum Rusia menahan demonstran selama aksi protes terhadap mobilisasi militer oleh Presiden Vladimir Putin, di Moskow, Rusia, Sabtu (24/9/2022). Foto: Reuters

Undang-undang dapat memanggil pria dan wanita berusia 18 hingga 60 tahun untuk wamil di Rusia. Kendati demikian, militer memberikan kelonggaran bagi kelompok tertentu. Usia, kondisi medis, atau hukuman penjara dapat membebaskan seorang warga dari wamil.

Pemerintah juga memperbolehkan pekerja industri pertahanan untuk menunda dinas militer. Pria yang telah menjalani masa wamil 12 bulan tak akan dikirim pula ke Ukraina. Otoritas memprioritaskan warga dengan pengalaman atau kemampuan militer khusus.

Militer berniat merekrut pengemudi tank, pencari ranjau, dan penembak jitu. Pekan lalu, Putin mengatakan, mobilisasi akan selesai dalam waktu dua pekan. Dia memerintahkan seluruh wilayah untuk mendukung kebutuhan personel, termasuk peralatan militer.