Putin-Trump Diskusi 90 Menit Via Telepon, Bahas Perang di Ukraina dan Iran

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin setibanya untuk melakukan pertemuan terkait KTT AS-Rusia di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Anchorage, Alaska, Jumat (15/8/2025). Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin setibanya untuk melakukan pertemuan terkait KTT AS-Rusia di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Anchorage, Alaska, Jumat (15/8/2025). Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP

Presiden Rusia Vladimir Putin baru saja berdiskusi dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump via telepon. Ajudan Putin, Yuri Ushakov menyebut, mereka berdua membicarakan situasi perang di Timur Tengah dan Ukraina.

Dilansir AFP, pembicaraan itu berlangsung 90 menit. Ushakov menyebut, keduanya terlibat pembicaraan yang lugas.

"Presiden (Putin) memberi perhatian khusus terkait situasi di Iran dan teluk Persia. Katanya, keputusan Donald Trump untuk memperpanjang gencatan senjata di Iran sudah tepat sehingga memperpanjang peluang negosiasi, yang tujuannya menstabilkan kawasan," ucap Ushakov, Rabu (29/4).

Seorang pelaut Angkatan Laut AS mengamati saat kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN-72) melakukan pengisian ulang di laut dengan kapal tanker USNS Henry J. Kaiser dalam mendukung Operation Epic Fury (18/3/2026). Foto: US Navy/HO via REUTERS

Tapi, Putin juga mengingatkan Trump bahwa terus menyerang Iran tak hanya merusak negara itu saja. Tapi juga komunitas internasional.

"Jika AS-Israel menyerang Iran lagi, tak hanya Iran yang rusak, tapi juga tetangganya dan seluruh komunitas internasional," kata Ushakov.

Rusia juga menjamin bahwa mereka akan selalu siap memberi bantuan yang dibutuhkan, dalam upaya diplomasi mengakhiri perang.

Selain soal Timur Tengah, perang di Ukraina juga dibahas. Tahun ini adalah tahun kelima invasi Rusia ke Ukraina.

Tentara Ukraina menembak jatuh rudal Rusia saat asap mengepul dari kota selama serangan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, Minggu (7/9/2025). Foto: Thomas Peter/REUTERS

"Presiden Trump juga minta penjelasan soal situasi terkini di Ukraian, lalu Putin menjelaskan, pasukan kita masih menguasai titik-titik strategis dan memukul mundur musuh," ucap Ushakov.

Menariknya, kata Ushakov, mereka berdua sepakat bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky lah yang justru ingin konflik berlarut.

"Baik Putin dan Donald Trump menyampaikan pandangan yang sama, terutama terkait keputusan Kiev yang dipimpin Zelensky, yang menggalang dukungan Eropa, sebagai bagian dari kebijakan memperpanjang perang," kata Ushakov.