Putin Uji Coba Rudal Nuklir Antarbenua Baru 'Sarmat': Tidak Ada Tandingannya
ยทwaktu baca 3 menit

Rusia telah meluncurkan uji coba rudal balistik antarbenua RS-28 Sarmat untuk pertama kalinya pada Rabu (20/4).
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut, koleksi persenjataan nuklir terbarunya itu akan membuat musuh mereka berpikir dua kali sebelum menggertak.
"Saya mengucapkan selamat atas keberhasilan peluncuran rudal balistik antarbenua Sarmat," kata Putin kepada tentara Moskow, dikutip dari AFP, Kamis (21/4).
"Senjata yang benar-benar unik ini akan memperkuat potensi tempur angkatan bersenjata kita, menjamin keamanan Rusia dari ancaman eksternal dan membuat mereka yang, dalam panasnya retorika agresif, mencoba mengancam negara kita, berpikir dua kali," sambung dia.
Para analis Barat menjuluki peluru kendali itu sebagai 'Satan 2'. Sebab, senjata tersebut menggantikan rudal R-36M atau yang dinamakan SS-18 Satan oleh NATO. Sarmat merupakan salah satu dari rentetan rudal dalam generasi berikutnya.
Selain Sarmat, Rusia juga mempunyai rudal hipersonik Kh-47M2 Kinzhal dan Avangard yang dapat membawa muatan nuklir. Pada Maret, Moskow menggunakan Kinzhal untuk pertama kalinya dalam invasi ke Ukraina.
Putin menggambarkan generasi rudal termutakhir itu sebagai senjata tak terkalahkan. Dia mengatakan, Sarmat bahkan dirancang untuk melemahkan segala sistem pertahanan anti-rudal.
Senjata seberat lebih dari 200 ton itu pun memiliki fase dorongan awal yang singkat. Sehingga, sistem pengawasan musuh tidak akan mendapati waktu yang cukup untuk melacaknya.
Layanan Penelitian Kongres (CRS) Amerika Serikat (AS) menambahkan, setiap misil Sarmat dapat membawa 10 hulu ledak.
"Kompleks baru ini memiliki karakteristik taktis dan teknis tertinggi dan mampu mengatasi semua sarana pertahanan anti-rudal modern. Kompleks ini tidak memiliki tandingan di dunia dan tidak akan [memiliki tandingan] dalam waktu lama," terang Putin, dikutip dari Reuters, Kamis (21/4).
Kementerian Pertahanan Rusia menerangkan, tes rudal tersebut berlangsung di Kosmodrom Plesetsk. Fasilitas peluncuran luar angkasa itu terletak sekitar 800 Km di utara Moskow.
Sarmat ditembakkan dari peluncur silo sebelum mencapai jarak hampir 6.000 Km. Rudal tersebut mengirimkan hulu ledak ke Lapangan Uji Rudal Kura di Semenanjung Kamchatka. Putin menggarisbawahi, rudal itu dapat mengenai target apa pun di bumi.
"Sarmat adalah rudal paling kuat dengan jangkauan penghancuran target terpanjang di dunia, yang secara signifikan akan meningkatkan kekuatan tempur pasukan nuklir strategis negara kita," tegas Kemhan Rusia.
Sarmat telah dikembangkan selama bertahun-tahun. Dengan demikian, peluncuran uji cobanya tidak menjadi kejutan bagi Barat. Namun, peluncuran itu muncul saat ketegangan geopolitik memanas akibat perang di Kiev.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga sempat menyinggung hal tersebut. Guterres mengatakan, ia menilik kemungkinan terjadinya perang nuklir.
Kendati demikian, uji coba teranyar itu tidak dipandang sebagai ancaman oleh AS. Kemhan AS atau Pentagon menjelaskan, Kremlin telah memberi tahu rencana peluncuran itu sebelumnya.
"[Pentagon] tidak menganggap tes itu sebagai ancaman bagi Amerika Serikat atau sekutunya," jelas Juru Bicara Pentagon, John Kirby.
