Puting Beliung Terjang Rumah di Kudus, Pasangan Lansia Luka Tertimpa Reruntuhan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi rumah yang roboh usai dihantam angin puting beliung di Desa Terangmas, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Foto: Vega Ma'arrijil Ula/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi rumah yang roboh usai dihantam angin puting beliung di Desa Terangmas, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Foto: Vega Ma'arrijil Ula/kumparan

Angin puting beliung yang menerjang Desa Terangmas, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah merobohkan rumah milik pasangan lansia, Seketi (70 tahun) dan Mo'ah (65 tahun). Keduanya tertimpa oleh puing bangunan tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada sore hari. Saat itu Mo'ah baru selesai salat Asar dan berada di dekat suaminya yang turut menjadi korban.

"Ibu dan bapak saya tertimpa reruntuhan rumah. Ibu saya selesai salat dan masih memakai rukuh (mukena) saat tertimpa. Sementara bapak saya duduk di samping ibu saya," kata Santoso, anak korban saat ditemui di lokasi, Selasa (31/3).

Santoso menuturkan rumah orang tuanya didominasi bambu dan kayu. Meski begitu bangunannya masih kokoh. Namun lokasinya yang berada di dekat sawah membuat tempat tinggal berukuran 8x5 meter itu rawan diterpa puting beliung.

"Ketika cuaca mendung, firasat saya sudah tidak enak. Apalagi ada angin kencang, akhirnya saya cek ke rumah bapak ibu. Ternyata ketika saya sampai di sini sudah roboh dan saya melihat bapak ibu saya tertimpa reruntuhan," terangnya.

Korban telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Santoso menuturkan ayahnya mengalami sesak di bagian dada usai tertimpa reruntuhan berupa kayu dan genteng. Sedangkan ibunya mengalami luka-luka di area tangan karena tertimpa kayu dan genteng.

"Orang tua saya kemarin dibawa ke puskesmas. Kemudian sekarang berada di RSUD Loekmono Hadi Kudus. Keduanya belum bisa diajak berkomunikasi, masih trauma belum mau ngobrol, masih bengong," ucapnya.

Santoso menuturkan orang tuanya sudah tinggal di rumah tersebut selama 7 tahun. Mereka memilih tidak tinggal bersama anak-anaknya karena tidak ingin merepotkan anaknya. Namun, ke depannya menurut Santoso orang tuanya akan tinggal bersama kakaknya.

Pertama Kali Terjadi

Lokasi tempat salat Asar dari Mo'ah rata dengan tanah dan hanya terlihat puing-puing lemari plastik. Foto: Vega Ma'arrijil Ula/kumparan

Kepala Desa Terangmas, Sudiyono, menjelaskan peristiwa rumah roboh akibat puting beliung baru pertama kali terjadi. Terdapat beberapa rumah warga yang terdampak.

"Kami akan berdiskusi juga dengan anak-anak korban apakah nantinya mau diperbaiki rumahnya atau keduanya tinggal di rumah anak-anaknya," jelasnya.

Berkaca dari kejadian ini, Sudiyono mengimbau masyarakat yang memiliki anggota keluarga berusia lansia agar didampingi. Selain itu, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung, ia meminta masyarakat untuk waspada.

221 Rumah Terdampak

Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Jawa Tengah, Ahmad Munaji mengatakan puting beliung yang terjadi pada Senin (30/3) kemarin menerjang 4 desa, yakni Desa Terangmas, Desa Kalirejo, Desa Glagahwaru, dan Desa Medini.

Secara keseluruhan, lanjut Ahmad, ada 221 rumah yang terdampak angin puting beliung. Sebagian besar mengalami kerusakan di bagian genteng.

"Angin puting beliung terjadi kemarin sore saat hujan deras. Satu rumah roboh total di Desa Terangmas, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus," imbuhnya.