Putra Jair Bolsonaro Unggul di Pilpres Brasil, Akan Hadapi Petahana di Putaran 2

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Calon presiden Brasil dari Partai Liberal (PL), Flavio Bolsonaro, memberikan isyarat saat memberikan suara dalam pemilihan umum di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (4/10/2026). Foto: Ricardo Moraes/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Calon presiden Brasil dari Partai Liberal (PL), Flavio Bolsonaro, memberikan isyarat saat memberikan suara dalam pemilihan umum di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (4/10/2026). Foto: Ricardo Moraes/REUTERS

Senator Flavio Bolsonaro akan menghadapi petahana Presiden Luiz Inacio da Silva pada putaran kedua Pilpres Brasil 25 Oktober 2026 mendatang. Flavio Bolsonaro berada di peringkat teratas pada putaran pertama, Minggu (4/10) waktu setempat.

Kemenangan Flavio Bolsonaro mematahkan berbagai prediksi yang mengunggulkan Lula untuk meraih posisi pertama pada putaran pertama ini.

Dalam perhitungan suara, Flavio Bolsonaro berada di posisi teratas dari 11 capres lainnya dengan merengkuh 47 persen suara. Sementara Lula memperoleh suara sebesar 44,9 persen. Nyaris 99 persen suara pada putaran pertama telah dihitung.

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva yang juga kandidat Partai Pekerja (PT) untuk pemilihan kembali sebagai presiden saat berpidato di hadapan para pendukungnya di Sao Paulo, Brasil, Minggu (4/10/2026). Foto: Brian Snyder/REUTERS

Anak Eks Presiden

Flavio Bolsonaro adalah anak eks Presiden Jair Bolsonaro. Sang ayah sedang menjalani hukuman penjara selama 27 tahun. Jair Bolsonaro dijebloskan ke bui karena terbukti berencana melakukan kudeta setelah kalah dalam pemilu pada 2022 lalu, demikian dikutip dari Reuters.

Kemenangan pada putaran pertama ini menambah panjang daftar sosok kanan di Amerika Latin. Mayoritas pemenang pemilu di sana dikenal sebagai sekutu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Jair Bolsonaro, ayah capres Flavio. Foto: Suamy Beydoun/Reuters

Pada pemilu Brasil kali ini, Trump tidak secara terbuka mendukung salah satu kandidat. Namun, Trump beberapa waktu lalu sempat menerima Flavio Bolsonaro di Gedung Putih dan memujinya secara terbuka.

Selain itu, saat ini Trump sedang berselisih dengan Presiden Lula, calon penantang Flavio pada putaran kedua mendatang. Pertikaian mereka berpusat pada isu keamanan dan perdagangan.

Adapun pemilu Brasil kali ini sebenarnya berpusat pada kekhawatiran rakyat setempat atas isu pertumbuhan ekonomi dan anggaran belanja. Kendati diselimuti dua isu besar itu, baik Flavio maupun Lula tidak mau berpartisipasi dalam debat capres.

Tak Puas Kinerja Lula

Sementara itu, beberapa pemilih di Brasil mengakui banyaknya kekurangan Flavio Bolsonaro. Namun, mereka mengaku tidak puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Lula dan Partai Pekerja.

"Saya tidak menganggap Flavio sebagai kandidat terbaik, tetapi saya mungkin memutuskan untuk memilihnya dalam beberapa menit ke depan," ucap seorang pengacara, Thaise Lima, seperti dikutip dari Reuters.

Warga lainnya, Marciano de Souza e Silva, mengaku memilih Flavio karena yakin senator tersebut bisa membawa pertumbuhan ekonomi bagi Brasil.

"Saya memilih agar Brasil mulai kembali bertumbuh," ujar Marciano.