News
·
23 Juli 2021 20:05
·
waktu baca 3 menit

Putra Mbah Moen Gus Najih Dipolisikan soal Vaksinasi Pembunuhan Massal

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Putra Mbah Moen Gus Najih Dipolisikan soal Vaksinasi Pembunuhan Massal (1082489)
searchPerbesar
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Iqbal Alqudusy Foto: ANTARA/ HO-Humas Polda Jateng
Barisan Kesatria Nusantara (BKN) mempolisikan Muhammad Najih Maimun alias Gus Najih pada Kamis (15/7) lalu.
ADVERTISEMENT
Putra ulama karismatik KH Maimoen Zubair, dilaporkan terkait pernyataannya yang menyebut vaksin sebagai alat pembunuhan massal dari negara Tiongkok.
Ketua Umum BKN, Muhammad Rofi`i Mukhlis mengatakan, salah satu alasan mengapa ia melaporkan Gus Najih karena kiai sepuh itu kerap melontarkan pernyataan kontroversial yang tidak berdasar.
"Mengatakan bahwa vaksinasi COVID-19 itu merupakan konspirasi karena negara China ingin menguasai Indonesia dan vaksinasi COVID-19 yang digalakkan pemerintah adalah pembunuhan massal. Ini kan pernyataan yang salah dan fatal sekali. Padahal pemerintah, polisi dan TNI sudah sungguh-sungguh untuk mencegah penyebaran COVID-19; tidak main-main, bukan sandiwara. Itu serius karena para ahli sudah menyatakan bahwa varian yang ada saat itu penyebarannya sangat cepat dan berbahaya," ujar Rofii dalam keterangan tertulis yang dilihat kumparan, Jumat (23/7).
ADVERTISEMENT
Ia berharap aparat kepolisian dapat mengusut kasus ini dengan jelas. Agar tidak ada kesan bahwa Gus Najih seorang yang kebal hukum.
"Selama ini, ngapunten, Gus Najih ini seperti orang yang kebal hukum. Guru-guru kita, Gus Dur, Kiai Said, Islam Nusantara, NU, dihina-hinakan terus oleh beliau," imbuhnya
Adik kandung Gus Najih, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin akhirnya buka suara terkait kontroversi yang dilakukan oleh kakak lelakinya itu.
Wakil Gubernur Jawa Tengah ini mengatakan, sebagai keluarga ia telah berkomunikasi soal pelaporan itu. Bahkan, sudah ada polisi yang datang.
Putra Mbah Moen Gus Najih Dipolisikan soal Vaksinasi Pembunuhan Massal (1082490)
searchPerbesar
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen Zubair. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan
"Alhamdulillah kemarin juga sudah ada komunikasi dari Polri langsung ke Gus Najih dan dijelaskan. Kalau saya sendiri lewat keluarga sudah komunikasi bahwa kita harus komunikasi menyampaikan statemen kita harus memilah dulu," ucap Gus Yasin.
ADVERTISEMENT
Ia pun berharap masyarakat, dapat memilah milah informasi atau kabar-kabar yang tidak benar. Sebab, penyebaran hoaks memang benar adanya.
"Saya berharap itu nanti bisa lebih memberikan pemahaman yang konkret sehingga tidak ada lagi muncul kepercayaan masyarakat terhadap pemberitaan yang tidak bertanggung jawab. Agar bisa memilah kabar-kabar yang tidak benar karena biasanya kabar tersebut disebar dan ada beberapa yang percaya," jelas dia.
Di sisi lain, kabar pelaporan Gus Najih ke polisi dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iqbal Alqudusy. Ia menyebut kasus ini ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Jateng.
"Benar ada laporan ke Polda. Betul (yang menangani) Ditreskrimsus," kata Iqbal lewat pesan singkat.
Diberitakan sebelumnya, video Gus Najih yang menuding program vaksinasi merupakan bentuk pembunuhan massal viral di media sosial.
ADVERTISEMENT
Salah satu akun yang mengunggah video berdurasi 2.36 detik itu adalah @jokersupriadi.
"Itu kitanya yang disuruh korban. Tadi sudah ada video Indonesia mendukung pembantaian massal ini. Berarti Indonesia dijajah, Cina memang mau menjajah Indonesia, Cina mau menguasai menggantikan  orang pribumi dengan mereka," ujar Gus Najih dalam video yang dilihat kumparan, Selasa (13/7).
Tak hanya itu, kakak kandung Wakil Gubenur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen ini juga mengatakan, vaksin corona yang disuntikkan kepada presiden dan menterinya adalah vaksin palsu.