Putri Candrawathi ke Yosua: Saya Mengampuni Perbuatan Kejimu
ยทwaktu baca 2 menit

Putri Candrawathi mengungkap isi percakapannya dengan Yosua saat di Magelang pada 7 Juli 2022. Percakapan terjadi usai terjadi peristiwa yang disebut-sebut Putri sebagai pelecehan seksual.
Hal tersebut disampaikan Putri dalam pemeriksaan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (11/1).
Pada awal kesaksiannya, Putri menceritakan soal peristiwa Yosua tiba-tiba masuk ke dalam kamar. Namun, ia tidak menceritakannya secara detail. Dalam sidang lalu, hakim menyatakan sidang tertutup saat Putri bercerita mengenai kejadian tersebut.
Menurut Putri, usai kejadian itu, Ricky Rizal dan Richard Eliezer kembali ke rumah. Pada saat itu, di dalam rumah hanya ada Putri, Yosua, Susi, dan Kuat Ma'ruf.
Namun kemudian, Putri meminta Ricky untuk menghadapkan Yosua. Yosua kemudian dibawa Ricky menghadap Putri yang sedang berada di dalam kamar.
"Yosua duduk di sebelah kiri tempat tidur saya," ujar Putri.
Menurut Putri, Ricky kemudian keluar tapi masih berada di depan kamar.
"Masih tatapan dengan saya karena pintu warna putih yang kayu itu terbuka hanya pintu kasa tertutup, tapi dek Ricky masih bisa melihat saya. Jadi saya tidak berduaan dengan Yosua di kamar," papar Putri.
Dialog pun terjadi antara Putri dan Yosua dalam pertemuan itu. Menurut Putri, ia sedikit membahas soal peristiwa pelecehan lalu kemudian meminta Yosua resign.
"Waktu itu saya sampaikan ke dek Yosua, bahwa saya mengampuni perbuatan mu yang keji," ujar Putri yang kemudian menangis.
"Saya minta dia untuk resign," sambungnya.
Hakim sempat mendalami maksud resign yang dimaksud Putri kepada Yosua: berhenti sebagai ajudan atau sebagai polisi. Dalam sidang sebelumnya, Putri membantah Yosua ialah ajudannya. Putri menyebut Yosua merupakan ajudan Sambo yang diperbantukan menjadi sopir Putri.
"Resign sebagai driver atau anggota suami saya," ujar Putri.
"Artinya kembali ke Korps Brimob?" tanya hakim.
"Kalau tidak salah, Yosua sudah masuk jadi anggota Bareskrim," jawab Putri.
Putri mengaku tidak tahu sejak kapan Yosua pindah dari Brimob ke Bareskrim. Namun, ia tak menampik Sambo yang membantu Yosua.
Putri Candrawathi dan Sambo ialah terdakwa pembunuhan berencana Brigadir Yosua. Pemicunya ialah cerita pelecehan yang terjadi di Magelang.
