Putri Reema, Perempuan Berpengaruh yang Dampingi Pangeran MBS saat Bertemu Trump
·waktu baca 4 menit

Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman (Pangeran MBS), telah mengakhiri kunjungan bersejarahnya ke Amerika Serikat. Namun, masih ada sisi-sisi menarik dari kunjungan itu, yaitu kehadiran perempuan di sirkel utama delegasi Arab Saudi.
Perempuan itu duduk di sofa bersama pejabat-pejabat senior menghadiri pertemuan ramah tamah Pangeran MBS dan Presiden Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih di Washington DC, Selasa (18/11).
Dalam foto yang dilansir Kemlu Arab Saudi, terlihat dia satu-satunya perempuan di jajaran delegasi utama Saudi di ruangan itu, menunjukkan kapasitasnya sebagai figur high profile.
Perempuan itu adalah Putri Reema binti Bandar bin Sultan bin Abdulaziz Al Saud. Duta Besar Arab Saudi untuk AS itu berperan sentral sebagai jembatan diplomasi Saudi–Amerika di masa pemerintahan Raja Salman dan Pangeran MBS.
Putri Reema juga duduk di sebelah Pangeran MBS saat pertemuan dengan Kongres AS di Capitol. Perempuan 50 tahun itu juga hadir dalam kegiatan lanjutan seperti jamuan makan malam dan di forum investasi keesokan harinya.
Putri Reema merupakan kerabat dekat Pangeran MBS. Kakek Putri Reema dari pihak ayah, Pangeran Sultan bin Abdulaziz (saudara Raja Salman), pernah menjabat sebagai menteri pertahanan Saudi dan merupakan Putra Mahkota Kerajaan hingga wafatnya pada tahun 2011. Sedang kakek dari pihak ibunya adalah mantan Raja Saudi Faisal bin Abdulaziz.
Reema menjadi wanita pertama Saudi yang menjabat sebagai duta besar dan langsung ditempatkan di negara kelas A, yaitu Amerika Serikat. Dia diangkat oleh Raja Salman pada tahun 2019 saat AS dipimpin Donald Trump periode pertama.
Setelah Reema, beberapa wanita ditunjuk Raja Salman sebagai dubes, semuanya ditempatkan di negara maju di Eropa.
Reema Ikuti Jejak Sang Ayah
Amerika Serikat sendiri tak asing bagi Reema. Ia menghabiskan sebagian masa kecilnya di Washington DC (1983–2005) karena ayahnya, Pangeran Bandar bin Sultan, bertugas sebagai Duta Besar Arab Saudi untuk AS.
Reema juga kuliah di AS, tepatnya di George Washington University dengan gelar Bachelor of Arts di Museum Studies.
Aktif di Sektor Publik dan Swasta
Lulus kuliah, Reema kembali ke negaranya dan aktif di sektor publik dan swasta serta berupaya memberdayakan perempuan.
Mengutip Al Arabiya, pada tahun 2013, Reema mendirikan Alf Khair, sebuah perusahaan sosial dengan misi menyediakan akses peluang bagi perempuan Saudi dengan menawarkan bimbingan dan manajemen profesional.
Pada tahun 2016, Reema diangkat sebagai Wakil Menteri Divisi Perempuan di Otoritas Olahraga Umum Arab Saudi. Setahun kemudian, ia menjadi Presiden Federasi Olahraga Komunitas Saudi, menjadikannya perempuan pertama yang memimpin federasi yang mencakup kegiatan olahraga untuk pria dan perempuan di Saudi.
Dia lantas menjabat sebagai Wakil Presiden Bidang Pengembangan dan Perencanaan di Otoritas Olahraga Umum Arab Saudi.
Putri Reema bercita-cita memberdayakan perempuan Saudi, tak cuma dari kalangan elite saja.
Putri Reema bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Kerajaan untuk mempromosikan pendidikan jasmani bagi anak perempuan di sekolah, yang membuka jalan bagi partisipasi mereka dalam beberapa kompetisi olahraga.
Ia juga mendirikan Asosiasi Kesadaran Kanker Payudara Zahra dan mengorganisir gerakan ‘pita merah muda" terbesar di dunia pada tahun 2010. Aksi untuk menggugah kesadaran tentang kanker payudara itu tercatat dalam Guinness World Records.
Putri Reema dinobatkan sebagai Tokoh Paling Kreatif dalam Bisnis versi Fast Company pada tahun 2014, dan juga masuk dalam daftar 200 Wanita Arab Paling Berpengaruh 2014 versi Forbes Timur Tengah.
Sejalan dengan Visi Arab Saudi 2030
Putri Reema diangkat Raja Salman sebagai duta besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat dengan pangkat setara menteri.
Posisi itu sebelumnya dipegang oleh Pangeran Khalid bin Salman — adik Pangeran MBS. Pangeran Khalid kala itu dipromosikan sebagai Wakil Menteri Pertahanan — sekarang sudah naik sebagai Menhan.
Reema mewakili citra Arab Saudi yang semakin membuka peran perempuan di panggung global, sejalan dengan visi reformasi sosial (Visi Saudi 2030) yang dicanangkan Pangeran MBS.
Dengan pengalaman hidup di AS dan latar belakang diplomatik keluarganya, Reema dinilai mampu menjembatani kepentingan Riyadh–Washington di bidang ekonomi, keamanan, dan investasi.
Karena posisinya yang tinggi dan prestasinya dalam pemberdayaan perempuan, ia menjadi tokoh penting dalam mempromosikan inklusi gender, baik dalam negeri Saudi maupun dalam hubungan bilateral.
Presiden Trump dalam pidatonya di Forum Investasi Saudi-AS di Washington DC pada 19 November 2025 memuji Putri Reema sebagai 'perwakilan luar biasa Arab Saudi untuk AS'. Sedang pada Forum Investasi di Miami pada awal 2025, Trump memuji Reema sebagai 'wanita paling berpengaruh di dunia'.
