PVMBG Berikan Rekomendasi Penanggulangan Bencana Longsor Sukabumi

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menerjunkan tim ke lokasi longsor di Dusun Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Mereka akan melakukan kajian gerakan tanah.
"Kami menerjunkan tim untuk mengevaluasi bencana di sekitar lokasi terhadap potensi longsoran susulan," kata Kepala PVMBG, Kasbani, dihubungi melalui sambungan telepon, seperti dilansir Antara, Selasa (1/1).
Kasbani mengatakan timnya akan melakukan pemetaan terhadap kondisi lingkungan di sekitar area bencana. Terlebih, area Cisolok masuk dalam area rawan terjadi gerakan tanah.
Timnya, ujar Kasbani, juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta aparat pemerintah daerah. Tujuan sosialiasi itu menurut Kasbani agar masyarakat dan aparat pemerintahan setempat lebih siap menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja.

"Kami akan memberikan rekomendasi teknis penanggulangan di daerah bencana," ujar Kasbani.
Menurut Kasbani berdasarkan peta potensi gerakan tanah, sebagian besar wilayah di Kabupaten Sukabumi masuk dalam zona kerentanan gerakan tanah menengah hingga tinggi. Artinya, daerah tersebut sewaktu-waktu dapat terjadi longsor jika curah hujan di atas normal.
"Terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, lereng," ujarnya.
Satu kampung di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, tertimbun longsor pada Senin sore (31/12), sekitar pukul 17.30 WIB.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyatakan data korban longsor per 1 Januari mencapai 107 orang. Rinciannya adalah 60 orang berhasil diselamatkan, 4 orang luka-luka, 9 orang meninggal dunia, dan 34 masih dalam proses pencarian.
