kumparan
16 Sep 2019 16:13 WIB

PWI Berikan Gelar Bapak Kemerdekaan Pers Indonesia untuk BJ Habibie

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyambangi kediaman Presiden ke-3 RI BJ Habibie di Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2019). Foto: Fadjar Hadi/kumparan
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyambangi kediaman Presiden ke-3 RI BJ Habibie di Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/9). Kedatangan mereka untuk takziah sekaligus memberikan penghargaan berupa gelar Bapak Kemerdekaan Pers Indonesia kepada Habibie.
ADVERTISEMENT
Dalam kunjungan ini, Ketua PWI Atal S Depari bersama Sekjen PWI Mirza Zulhadi, Ilham Bintang, Asro Kamal Rokan, Akhmad Munir, Mirza Zulhadi, Abdul Aziz, dan Suprapto diterima secara langsung oleh anak pertama Habibie, yakni Ilham Akbar.
"Karena kami sadar betul, bahwa kebebasan pers itu kita dapatkan di era Pak Habibie. Bahkan UU Pers itu tanggal 23 September 1999 beliau yang tanda tangani. Saya kira dari situlah euforia pers itu muncul," kata Atal di lokasi.
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyambangi kediaman Presiden ke-3 RI BJ Habibie di Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2019). Foto: Fadjar Hadi/kumparan
Sekretaris Dewan Kehormatan PWI, Ilham Bintang, mengungkapkan pemberian penghargaan 'Bapak Kemerdekaan Pers Indonesia' untuk Habibie bukanlah kali pertama. Pada 2013 lalu mereka sudah pernah memberikan medali emas kemerdekaan pers untuk Habibie.
"Kalau ada yang bertanya kenapa baru sekarang Pak Habibie mendapatkan penghargaan ini, sebenarnya tidak, 2013 Hari Pers Nasional di Manado, itu kami juga memberi penghargaan medali kemerdekaan pers kepada Pak Habibie, ini bapaknya kemerdekaan pers," ucap Ilham.
ADVERTISEMENT
Ilham menambahkan, Habibie berjasa besar hingga menjadikan pers di Indonesia maju seperti sekarang. Dengan kemerdekaan pers, terdapat kontrol untuk mengawal kebijakan dan program pemerintahan.
"Masih ingat pada awal-awal sebelum undang-undang (pers) lahir, apa yang dikerjakan Pak Habibie ketika dia diangkat jadi presiden. Pertama adalah mencabut seluruh aturan yang membelenggu pers," jelas Ilham.
"Sekarang (pers) bisa bebas melakukan kontrol, dan dengan kontrol itu diharapkan kita bisa melakukan negara beradab, seperti yang menjadi impian Pak Habibie," tambahnya.
Keluarga Habibie Merasa Terhormat
Ilham Akbar yang mewakili ayahnya terhormat dan tersanjung dengan penghargaan yang diberikan PWI. Menurutnya, sejak awal Habibie berupaya untuk memberikan kemerdekaan bagi pers.
"Saya memang sudah dari dulu Bapak (Habibie) selalu menerangkan kepada kami alasan-alasan kenapa itu (kebebasan pers) diberikan begitu cepat ya, pertama tadi Bapak sudah sampaikan memang kebebasan pers itu adalah satu fondasi dari semua negara yang beradab kalau menurut saya dan menurut Bapak juga lebih dari itu, negara yang berdemokrasi," kata Ilham.
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyambangi kediaman Presiden ke-3 RI BJ Habibie di Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2019). Foto: Fadjar Hadi/kumparan
Kata Ilham, Habibie selalu menjelaskan pers sangat dibutuhkan dalam sebuah negara demokrasi. Adanya pers, terdapat banyak informasi terkumpul yang kelak dapat dijadikan masukan bahkan keputusan bagi pemerintah untuk mengambil sikap dan kebijakan.
ADVERTISEMENT
"Bapak (Habibie) sangat merasakan itu kualitas informasi yang diperoleh itu bisa bertentangan, dua-duanya pembeda ada banyak sumber di dalam pembeda itu dan lebih banyak sumber itu yang ada biarpun nanti tetap harus kita kurasikan sendiri atau dengan tim," ucap Ilham.
"Jadi dalam pers tidak berarti perlu adanya semua sumber pers itu punya pendapat yang sama atau punya data yang sama tapi ya begitulah yang penting adanya diverifikasi daripada data dan informasi yang ada sehingga itu bisa dikurasikan sebaik mungkin sehingga kualitas informasi yang diperlukan untuk membuat suatu keputusan di maksimalkan," jelas Ilham.
Lebih jauh, Ilham berharap agar pers dapat terus menjalankan fungsinya sesuai dengan prinsipnya dan UU Pers. Ia ingin agar pers dapat terus memberikan informasi yang baik untuk masyarakat.
ADVERTISEMENT
"Itu saya kira satu fondasi jadi kebebasan pers itu sebagai satu elemen kuat yang memang penting untuk membimbing satu negara yang demokratis. Jadi kebablasan itu selalu menjadi satu prinsip," tutur Ilham.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan