Ragam Fitur JAKI yang Mudahkan Warga Jakarta Sehari-hari

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi aplikasi JAKI. Foto: dok. Jakarta Kini (JAKI)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aplikasi JAKI. Foto: dok. Jakarta Kini (JAKI)

Kurangnya akses langsung ke pemerintah membuat masyarakat kerap kesulitan saat akan melakukan pengaduan. Di sisi lain, permasalahan masyarakat perlu cepat diselesaikan agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.

Hal inilah yang mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melakukan penyempurnaan pada aplikasi Jakarta Kini (JAKI). Sebagai super apps, JAKI memungkinkan warga Jakarta mengakses berbagai layanan dan informasi publik, serta melaporkan masalah dan memantau penanganannya.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan, JAKI memiliki banyak fitur yang memudahkan masyarakat dalam melaporkan masalahnya. Mulai dari layanan Kapal Jenazah hingga Rumah Singgah, semua bisa menjangkau seluruh warga, termasuk di Kabupaten Kepulauan Seribu.

“JAKI juga memiliki notifikasi Siaga BPBD agar warga mendapatkan informasi banjir dan cuaca ekstrem langsung di ponsel. Ada pula tombol Darurat Ambulans dan Panggilan 112 sebagai kanal pertolongan, serta fitur JakCare untuk konsultasi gratis dengan psikolog klinis. Jadi, warga Jakarta tidak hanya sehat fisik, tetapi juga mental,” ujar Pramono.

Peluncuran fitur-fitur baru JAKI. Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta

Pada Mei lalu, Pemprov DKI Jakarta juga memperkenalkan sistem CCTV Keamanan Warga bertajuk 'Jakarta Kini Lebih Dekat' dengan pemasangan 100 CCTV di 12 taman yang buka 24 jam.

"Ini bagian dari inovasi menuju Jakarta sebagai kota global. Harapannya, dampaknya dapat langsung dirasakan warga,” ujar Pramono.

JAKI juga dilengkapi fitur Feedback Laporan Warga yang memungkinkan pelapor memberi penilaian atas tindak lanjut laporan mereka. Fitur lainnya mencakup akses ke JKN Mobile, Antrean Faskes, Ketersediaan Kamar Rumah Sakit, dan Peta Tempat Parkir.

"Pelaporan melalui JAKI kini lebih cepat ditangani. Saya bisa memantau dan melihat langsung progres laporan, terutama yang perlu perhatian khusus. Dengan adanya fitur-fitur baru, kami berharap warga segera melaporkan jika menemukan sesuatu yang perlu ditindaklanjuti," jelas Pramono.

Dukung Kolaborasi Lintas Sektor, Pemprov DKI Jakarta Jalin Kerja Sama dengan Lampung dan Banda Aceh

Keunggulan JAKI pun menarik perhatian daerah lain, seperti Lampung dan Banda Aceh. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengatakan, pihaknya mengapresiasi keberhasilan DKI Jakarta dalam menghadirkan JAKI.

"Aplikasi ini menjadi fenomena dan perbincangan warga, terutama karena perannya sebagai asisten digital yang membantu mulai dari laporan jalan rusak hingga informasi vaksinasi. Saya ingat, waktu itu saya berada di Jakarta dan mendapatkan informasi langsung melalui JAKI," kata Rahmat.

Kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemprov Lampung. Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta

Pemerintah Banda Aceh juga melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemprov DKI Jakarta dalam bidang transformasi digital untuk penguatan pelayanan publik.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaluddin, hadir mewakili Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Ia menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pemkot Banda Aceh.

“Masyarakat kini menuntut kemudahan dan kecepatan. JAKI adalah upaya kami menjawab kebutuhan itu. Kami akan sangat bangga jika JAKI dapat dikembangkan secara kolaboratif dengan Banda Aceh, tentunya dengan penyesuaian terhadap nilai-nilai lokal,” kata Budi.

Menurut Budi, kolaborasi ini bukan hanya soal teknologi, melainkan juga berbagi pengalaman, solusi, serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang adaptif dan kolaboratif. Ke depan, Pemprov DKI Jakarta terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai wilayah lain.

(kS)