Ragam Pemudik Nakal: Travel Pelat Hitam hingga Mobil Pribadi Pelat Dinas

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas kepolisian mengarahkan bus ke pintu keluar Tol Bitung, Kabupaten Tangerang, Banten. Foto: ANTARA FOTO/Fauzan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas kepolisian mengarahkan bus ke pintu keluar Tol Bitung, Kabupaten Tangerang, Banten. Foto: ANTARA FOTO/Fauzan

Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono ikut serta dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR. Dalam kesempatan itu, Istiono mengungkapkan berbagai cara pemudik mengelabui polisi agar tetap bisa pulang ke kampung halaman.

Istiono mengatakan, berbagai cara ini dilakukan pemudik agar bisa pulang kampung karena adanya larangan mudik dari pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona.

Tapi, polisi di lapangan cermat melihat dan menghalau pemudik nakal ini.

Kakorlantas Polri, Irjen Istiono. Foto: Dok. Korlantas Polri

"Ada temuan di lapangan fenomena bahwa banyak masyarakat pengin mudik dengan berbagai cara menggunakan travel pelat hitam, jualan, beriklan di facebook kita putar balikkan semua," kata Istiono, Rabu (6/5).

"Kalau pelat hitam kita tilang semua ini. Sudah ditemukan 15 [kendaraan], yang operasional sudah proses ditilang. Ini juga di Banten diputarbalikkan," tambah dia.

embed from external kumparan

Selain itu, ada pula bus-bus yang masih nekat membawa pemudik. Mereka biasanya menyembunyikan penumpang dengan berbagai cara. Tapi, petugas di lapangan berhasil menemukan itu dan meminta mereka putar balik.

"Juga mobil pribadi dipakai pelat dinas. Ini juga setelah dilakukan pemeriksaan calon pemudik bawa obat-obatan terlarang," tutur dia.

Jejak digital mobil travel gelap yang ditumpangi pemudik nekat ke Tasikmalaya. Foto: Istimewa

Istiono memastikan seluruh petugas di lapangan bersiaga guna menghalau warga yang masih nekat mudik. Sejak Operasi Ketupat berlangsung pada 24 April, hingga Selasa 5 Mei, sudah ada 30.193 kendaraan warga yang nekat mudik yang diputarbalikkan.

Petugas kepolisian memeriksa pengemudi dan menyemprotkan cairan disinfektan di kendaraan saat penyekatan di pintu keluar tol Adiwerna, Kabupaten Tegal. Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

"Untuk pelaksanaannya selama ini enggak ada ekses dan masyarakat menyadari itu untuk tinggal di rumah. Personel harus 24 jam all out karena penyekatan ini lain dengan konsep sebelumnya. Check point enggak bisa dilepas supaya penyebaran COVID-19 bisa diputus secara cepat," ucap dia.

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.