Raja Maroko Sukses Jalani Operasi Jantung

Raja Maroko Mohammed VI telah berhasil menjalani operasi jantung. Prosedur medis tersebut dilakukan di Ibu Kota Prancis, Paris.
Sebelumnya, pria 54 tahun tersebut dirawat di sebuah rumah sakit di Paris setelah terdiagnosa mengidap gangguan irama jantung atau dalam istilah medis disebut atrial flutter.
"Operasi dilakukan untuk menormalisasi irama jantung dan Raja akan melanjutkan tugasnya tanpa pengecualian," sebut kantor berita Maroko MAP, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (27/2).
Raja Mohammed VI memerintah Maroko sejak 1999. Dia menggantikan ayahnya Hassan II yang meninggal akibat serangan jantung.
Mohammed VI merupakan bagian dari keluarga penguasa Maroko yang juga sebagai pemegang rekor dinasti terlama yang memegang kekuasaan di negara Muslim.
Stabilitas sosial dan politik Maroko sampai sekarang terus diawasi negara Barat. Sebab, Maroko adalah satu-satunya negara di Afrika Utara yang berhasil meredam pergerakan kelompok ekstrem.

Saat gelombong Arab Spring menerpa negara Timur Tengah, Maroko adalah satu dari sedikit negara yang juga sukses menjaga keamanannya dan kekuasaan kerajaan.
Hanya saja, sejak 2016 unjuk rasa kerap terjadi di beberapa wilayah terpencil. Para pendemo memprotes tingginya angka kemiskinan dan pengangguran di Maroko.
