Raja Salman Beri 83 Hadiah untuk Donald Trump, Apa Saja?

Donald Trump terkenal dengan kecamannya yang keras terhadap Kerajaan Arab Saudi ketika kampanye presiden tahun lalu. Namun ketika menjadi presiden, dia melunak di hadapan Raja Salman, bahkan menerima banyak sekali hadiah saat mengunjungi Saudi Mei lalu.
Saudi menjadi negara pertama yang dikunjungi Trump sebagai presiden. Menurut pengamat, hal ini dikarenakan AS menganggap Saudi sebagai mitra terpenting dalam hubungan luar negeri, baik dari sisi ekonomi atau keamanan.
Dari kunjungan itu, AS mengantungi kesepakatan pembelian senjata dari Saudi dengan nilai total 350 miliar dolar AS dalam 10 tahun ke depan. Pulangnya, Saudi memberikan oleh-oleh untuk Trump. Tidak satu-dua, tapi 83 barang cenderamata.
Hadiah ini diterima juga oleh Trump. Padahal ketika pemilu tahun lalu, dia menyerang rivalnya Hillary Clinton dalam debat presiden karena menerima uang dari Arab Saudi.
"Orang-orang ini membunuhi dan mengancam wanita dengan cara yang buruk, dan kau mengambil uang mereka?" kata Trump kala itu.

The Daily Beast berhasil memperoleh daftar hadiah dari Raja Salman untuk Trump yang tercatat di Kementerian Luar Negeri AS. Daftar ini diperoleh atas permintaan media yang diatur dalam Undang-undang Kebebasan Informasi AS.
Hadiah tersebut beragam. Di antaranya adalah regal (karya seni yang menampilkan gambar Presiden Trump), alat bela diri seperti pedang, belati dari perak hingga kantung peluru, jubah bulu chetah dan harimau putih yang langka, hingga sandal kulit buatan Saudi.
Ada juga hadiah dua pena merek Chopard, empat kotak berisi koin berlapis emas dari bank Kuwait, dua kotak besar minyak wangi, syal bahan kashmir dengan berbagai motif, hingga kaligrafi Arab.
Berdasarkan undang-undang di AS yang dikutip dari dokumen Congressional Research Service, presiden boleh menerima hadiah dari pemimpin negara lain. Namun hadiah-hadiah ini tidak akan menjadi hak milik presiden atau keluarganya, tapi disimpan di arsip nasional.

Setelah masa jabatannya habis, hadiah ini akan dipindahkan ke Perpustakaan Presiden. Jika presiden ingin memilikinya, maka dia harus membelinya dari pemerintah dengan harga yang sesuai di masa tersebut.
Hadiah yang boleh disimpan Presiden AS hanya yang senilai kurang dari 20 dolar AS, atau sekitar Rp 260 ribu. Jika demikian, maka semua hadiah dari Saudi tidak boleh dimiliki oleh Trump karena tidak ada yang harganya murah.
Pena merek Chopard saja paling murah harganya lebih dari Rp 4 juta per buahnya.
