Raja Salman, Penghafal Alquran Sejak Usia 10 Tahun

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Raja Salman (Foto: Saudi Press Agency/Handout via REUTERS)
zoom-in-whitePerbesar
Raja Salman (Foto: Saudi Press Agency/Handout via REUTERS)

Raja Arab Saudi ini akan mengunjungi Indonesia Rabu (1/3) hingga 9 hari kemudian. Beberapa persiapan telah disiapkan oleh Pemerintah Indonesia untuk menyambut raja penghafal Alquran itu.

Kamu sudah tahu bahwa Raja Salman sudah menghafal Alquran?

Dikutip dari , Raja Salman lahir di Riyadh, 31 Desember 1935. Raja Salman sudah menghafal seluruh isi Alquran pada umur 10 tahun.

Tempat pertama kali ia mengenyam pendidikan di sekolah khusus pangeran. Ia mensyukuri pencapaiannya berhasil menghafal Alquran dengan mengadakan sebuah acara pada 21 Juli 1945.

Setelah menghafal Alquran, Raja Arab ketujuh ini mendalami ilmu agama dan modern di institusi yang sama, didirikan oleh ayahnya Raja Abdulaziz tahun 1937.

Raja Salman  (Foto: Wikimedia Commons)
zoom-in-whitePerbesar
Raja Salman (Foto: Wikimedia Commons)

Sebagai seorang pemimpin negara besar, ia mengajak para warga Arab Saudi baik laki-laki maupun perempuan untuk mempelajari dan menghafal kitab suci Islam ini.

Raja Salman mengatakan "Alquran merupakan karunia yang dianugerahi dari Allah kepada umatnya, dan ketika kita mengajarkannnya ke orang lain, kita akan merasa lebih berharga. Namun, ketika kita tidak melakukannya, kita seharusnya malu pada diri sendiri."

Pasca ayahnya meninggal dunia, ia menduduki tahta kerajaan Arab Saudi. Hal pertama yang mengejutkan warga Arab Saudi ketika ia menjadi raja yaitu mengelilingi Ka'bah tanpa pengamaman khusus.

Raja Salman (Foto: Kayhan Ozer/REUTERS)
zoom-in-whitePerbesar
Raja Salman (Foto: Kayhan Ozer/REUTERS)

Ketika mantan presiden Amerika Serikat Barack Obama mengunjungi Arab Saudi untuk memberi penghormatan terakhir terhadap Raja Abdullah, dia meyakinkan pertemuan tersebut tidak mengganggu kewajiban salatnya sebagai umat Islam. Saat azan Ashar berkumandang, dia langsung menjalankan bagian dari rukun Islam itu dan meninggalkan Obama sejenak.

Raja Salman memiliki ketertarikan di bidang kebudayaan dan kemanusiaan sejak 1956. Ia menduduki sebagai ketua di beberapa asosiasi organisasi, dan kepanitiaan kegiatan sosial. Selain itu, ia juga aktif mendukung beberapa kegiatan kebudayaan dengan memberikan pendanaan terhadap kegiatan tersebut.

Raja Salman bin Abdul Aziz (Foto: Faisal Al Nasser/Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Raja Salman bin Abdul Aziz (Foto: Faisal Al Nasser/Reuters)

Raja Salman juga aktif sebagai filantropi, sebuah sebutan untuk orang-orang dermawan yg suka memberi dan memiliki cita-cita untuk mengubah orang lain menjadi lebih baik di berbagai negara seperti Somalia, Sudan, Bangladesh, Afghanistan dan Bosnia-Herzegovina.

Karena hal tersebut, ia mendapatkan penghargaan dari Bahrain, Bosnia dan Herzegovina, Perancis, Maroko, Palestina, Filipina, Senegal, PBB, Yaman.

Sosok yang cerdas dan pekerja keras terlihat dari kinerja ia ketika menjabat sebagai Gubernur Provinsi Riyadh. Wilayah administrasinya bebas dari korupsi. Ia juga memiliki hubungan yang kuat dengan para pimpinan dunia, ulama Islam, cendekiawan bahkan media.