Raja Thailand Tunda Perayaaan Ulang Tahun, Imbas Konflik dengan Kamboja
ยทwaktu baca 2 menit

Raja Thailand Maha Vajiralongkorn membatalkan perayaan ulang tahun yang rencananya akan digelar di Aula Singgasana Amarin Winitchai di Istana Agung pada Senin (28/7) dan Selasa (29/7).
Dikutip dari Bangkok Post, keputusan ini diambil oleh Raja Maha Vajiralongkorn karena konflik di perbatasan dengan Kamboja yang masih memanas.
Karena semua pihak saat ini fokus dalam menjaga kedaulatan nasional dan memastikan keselamatan publik, Raja Maha Vajiralongkorn juga memberikan bantuan kepada personel militer dan menyediakan bantuan pangan kerajaan bagi para pengungsi di tempat penampungan dekat perbatasan.
Departemen Hubungan Masyarakat mengatakan meski upacara resmi dibatalkan, namun penandatanganan buku ucapan selamat di Paviliun Sahathai Samakhon di Istana Agung akan tetap berjalan seperti rencana.
Selain itu, Panteon Kerajaan Prasad Phra Thepbidon tetap terbuka untuk umum untuk memberikan penghormatan tradisional.
Thailand dan Kamboja Akan Berunding di Malaysia, Dimediasi Anwar Ibrahim
Sementara itu, perundingan damai untuk menyelesaikan konflik di perbatasan akan digelar di Malaysia siang ini.
Plt Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet akan bertemu di Putra Jaya. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga dijadwalkan akan hadir dalam perundingan tersebut.
"Kami tidak yakin Kamboja bertindak dengan itikad baik, berdasarkan tindakan mereka merespons isu ini," kata Phumtham kepada wartawan sebelum berangkat ke Malaysia, dikutip dari AFP.
"Mereka perlu menunjukkan niat yang tulus, dan kami akan menilainya selama pertemuan," lanjutnya.
Jelang pertemuan di Malaysia, kedua negara masih saling baku tembak di perbatasan. Malam sebelumnya, militer Thailand mengatakan penembak jitu Kamboja berkemah di salah satu kuil yang diperebutkan dan menuduh Phnom Penh mengerahkan pasukan di sepanjang perbatasan dan membombardir wilayah Thailand dengan roket.
Baku tembak terjadi di 7 wilayah di sepanjang wilayah pedesaan di perbatasan.
"Situasinya masih sangat tegang, dan diperkirakan Kamboja akan mempersiapkan operasi militer besar-besaran sebelum memasuki negosiasi," kata pernyataan militer Thailand.
Hun Manet mengatakan perundingan di Malaysia yang dimediasi oleh Anwar Ibrahim juga diselenggarakan dengan partisipasi China, sekutu perdagangan dan politik utama Kamboja.
"Tujuan pertemuan ini untuk mencapai gencatan senjata segera, yang diinisiasi oleh Presiden Donald Trump dan disetujui oleh perdana menteri Kamboja dan Thailand," kata Hun Manet.
Menlu AS Marco Rubio mengatakan pejabat AS berada di Malaysia untuk membantu upaya perdamaian. Sementara, Anwar Ibrahim akan fokus pada mengamankan gencatan senjata segera.
