Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Raja Yordania Temui Trump: Dunia Arab Tolak Pemindahan Warga Palestina
12 Februari 2025 3:14 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Raja Yordania Abdullah II bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Selasa (11/2). Dalam pertemuan itu Abdullah menegaskan penolakannya terhadap rencana Trump yang ingin memindahkan warga Palestina ke negara lain.
ADVERTISEMENT
Dilansir Al Arabiya News, Raja Yordania menegaskan bahwa sikap tersebut adalah sikap dari seluruh negara Arab.
Sebelum pertemuan mereka, Trump melakukan kampanye tekanannya terhadap Yordania dan Mesir, dengan mengatakan Amerika Serikat akan mengambil alih Jalur Gaza.
Trump juga ingin Amman dan Kairo menerima beberapa orang Palestina yang akan digusur secara paksa.
Trump menyambut Raja Abdullah ke Gedung Putih dan mengatakan AS ingin mendorong visinya untuk Gaza, yang sebelumnya dia katakan akan diubah menjadi "Riviera Timur Tengah."
"Kami akan mengambilnya, kami akan menahannya, kami akan menghargainya," kata Trump saat dia menyambut raja Yordania, pemimpin Arab pertama yang mengunjungi Gedung Putih sejak pemerintahan Trump kedua menjabat bulan lalu.
Presiden sekaligus mantan maestro real estate itu, mengatakan dia tidak akan secara pribadi mengembangkan Gaza.
ADVERTISEMENT
"Kami akan melakukannya pada akhirnya, di mana banyak pekerjaan akan diciptakan untuk orang-orang di Timur Tengah. Ini akan menjadi untuk orang-orang di Timur Tengah. Tapi saya pikir itu bisa menjadi berlian," kata Trump.
Sementara itu, Raja Abdullah mengatakan dia akan mendukung posisi Trump bersama dengan Negara-negara Arab dan Muslim. Namun untuk rencana pemindahan itu, ia menolaknya.
Abdullah juga mengatakan Yordania akan menerima 2.000 anak-anak Palestina dari Gaza, beberapa di antaranya membutuhkan perawatan kanker.
Dia menyuarakan keyakinannya bahwa Trump dapat "membawa kita melintasi garis finis" untuk membawa stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran ke Timur Tengah. "Ini adalah ... tanggung jawab kolektif kami di Timur Tengah untuk terus bekerja dengan Anda, untuk mendukung Anda," tandasnya.
ADVERTISEMENT