Rakernas PDIP Minta Kesediaan Megawati Kembali Jadi Ketum Periode 2025-2030
·waktu baca 2 menit

Rakernas V PDIP yang diadakan sejak Jumat (24/5) hingga Minggu (26/5), mengeluarkan 17 rekomendasi eksternal yang disampaikan kepada publik. Salah satu poin rekomendasi yakni meminta kesediaan Megawati Soekarnoputri kembali menjadi ketum partai periode 2025-2030.
"Rakernas V Partai setelah mendengarkan pandangan umum DPD PDI Perjuangan se-Indonesia memohon kesediaan Prof. DR. Megawati Soekarnoputri untuk dapat diangkat dan ditetapkan kembali sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, Periode 2025-2030 pada Kongres VI tahun 2025," kata Ketua DPP Puan Maharani membacakan rekomendasi di arena Rakernas, Ancol, Minggu (26/6).
Megawati sudah menjabat sebagai ketum PDIP sejak tahun 1993. Dia memimpin partai sejak bernama PDI. PDI merupakan salah satu dari tiga partai politik yang aktif selama masa pemerintahan Presiden Soeharto bersama dengan PPP dan Golkar.
Isu regenerasi kepemimpinan sempat muncul saat Megawati menggoda sang anak Puan Maharani untuk bergantian menjadi ketua umum partai.
Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengatakan PDIP belum akan melakukan regenerasi kepemimpinan pada Kongres April 2025 mendatang. Said mengatakan Megawati hanya memberikan candaan dalam pembukaan Rakernas yang tak bisa diartikan sebagai sinyal bahwa ingin digantikan Puan sebagai Ketum PDIP.
"Kongres partai akan dilaksanakan bulan April 2025. Bahwa Ibu Ketum dalam pembukaan kemarin Mbak Puan jadi ketum gantian Ibu Ketum yang ke luar negeri, itu kan lepasan-lepasan dari Bu Ketum. Tidak bisa kita tangkap langsung bahwa nanti penggantinya Puan. Itu bukan sikap ketua umum," kata Said di Arena Rakernas PDIP di Beach City Internasional Stadium (BCIS), Sabtu (25/5).
Menurutnya, dalam kongres 2025 mendatang, proses pemilihan ketum akan berjalan mulus tanpa dinamika yang berarti
"Percayalah bahwa kongres kami akan dilaksanakan pada April 2025 dengan smooth, mulus, prosesnya akan dimulai dari ranting, anak-anak ranting, DPC, DPD, sampai tingkat nasional muaranya adalah Kongres," ucap dia.
