Ramai Aksi Motor Freestyle di Kawasan Sarinah, Polri Diminta Segera Tindak
·waktu baca 2 menit

Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyoroti aksi freestyle yang dilakukan segerombolan pemotor di kawasan lampu merah perempatan kawasan Sarinah. Aksi ini sempat ramai diperincangkan di media sosial.
“Aksi ugal-ugalan dan freestyle di kawasan Sarinah ini bukan hal sepele. Ini kacau sekali karena dilakukan di ring 1 Istana, jalan protokol, yang harusnya ada polisi yang bisa menindak dan membubarkan langsung para pelaku,” kata Sahroni dalam keterangan tertulis, Senin (26/5).
Sahroni menyayangkan aksi liar para pemotor ini terjadi di kawasan ring 1 di dekat Istana Negara. Ia pun mempertanyakan pengawasan kepolisian di kawasan itu.
“Kalau seperti ini penjagaannya, kita tidak heran kalau ancaman keamanan di pusat pemerintahan bisa terjadi, seperti bom Sarinah. Karena memang ada celahnya begini. Jadi ini sangat berbahaya dan harus jadi perhatian penuh Polda Metro Jaya,” tutur politisi NasDem itu,
“Saya juga heran, kenapa para pelaku bisa dibiarkan beraksi selama beberapa menit di titik yang seharusnya memiliki pengawasan ketat? Di mana aparat saat itu? Ini harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh, terutama untuk para Polantas yang bertugas di lapangan,” katanya.
Sahroni mendesak agar Polisi memberlakukan sanksi tegas kepada para pemotor. Ia bahkan mendorong agar pelaku tidak hanya ditilang, namun juga dicabut Surat Izin Mengemudi (SIM) nya.
“Saya mendesak para pelaku dicari, disanksi tegas, baik itu tilang atau pencabutan SIM sekalian,” tuturnya.
Aksi motor ugal-ugalan ini terjadi di perempatan kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat tepat di depan Sarinah pada Sabtu (24/5) malam.
Terkait hal ini, Wadirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono, menyebut pihaknya akan menindak para pelaku dan menerapkan tilang elektronik.
