Ramai Kilatan Cahaya di Langit Turki Sebelum Gempa Dahsyat, Ini Penjelasannya
·waktu baca 2 menit

Gempa bumi dahsyat menewaskan lebih dari 4.000 orang di Turki dan Suriah. Di sisi lain, ada fenomena langit bercahaya yang ramai dibicarakan di Twitter.
Dalam unggahan yang beredar, diceritakan langit di suatu wilayah yang terdampak gempa terlihat cahaya seperti kilat. Kilat itu membentuk gelombang beberapa kali. Peristiwa ini terjadi Senin (6/2) pukul 03.00 waktu setempat.
Gelapnya malam membuat cahaya berpendaran terlihat.
Hingga kemudian saat jam menunjukkan pukul 04.17 waktu setempat atau 08.17 WIB, guncangan gempa 7,8 magnitudo terjadi di saat masyarakat masih tertidur lelap.
Orang-orang kemudian mengaitkan fenomena kilatan cahaya beberapa saat sebelum gempa tersebut sebagai sebuah pertanda.
Lantas, apakah fenomena ini lazim dan secara ilmiah bisa menjadi tanda gempa besar akan terjadi?
Atau apa iya ini merupakan bagian dari senjata pembuat bencana?
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono punya jawabannya.
"Fenomena pencahayaan (lightning) saat pelepasan energi gempa satu hal yang sangat lazim terjadi di berbagai tempat di muka bumi, itu aktivitas gelombang elektromagnetik," kata Daryono, Selasa (7/2).
Ada juga netizen yang mengaitkannya dengan HAARP alias High Frequency Active Auroral Research Program.
HAARP kemudian disebut-sebut sebagai senjata pembuat bencana. Narasi yang berkembang menyebut sebuah gempa bisa diciptakan melalui teknologi dengan menggali fenomena ionosfer.
Daryono menepis narasi tersebut.
"Jangan kejauhanlah mikir HAARP segala," tegasnya.
Penjelasan USGS
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) di situsnya menjelaskan, fenomena seperti kilatan petir, bola cahaya, pita, dan pijar stabil, yang dilaporkan terkait dengan gempa bumi disebut lampu gempa (EQL). Namun, fenomena ini juga masih menjadi perdebatan di tataran ilmiah.
Ahli geofisika berbeda pendapat tentang sejauh mana mereka berpikir bahwa laporan tentang pencahayaan yang tidak biasa di dekat waktu dan episentrum gempa benar-benar mewakili EQL. Namun ada juga beberapa yang meragukan.
Hipotesis berbasis ilmu fisika telah muncul untuk menjelaskan secara khusus soal EQL. Termasuk soal kemungkinan pertanda atau penyebab gempa bumi besar.
Di sisi lain, beberapa laporan EQL ternyata terkait dengan listrik seperti yang dikatakan Daryono dariBMKG. Gelombang listrik yang melengkung bersumber dari kabel listrik yang bergetar.
