Ramai Pimpinan DPR Cucun Ahmad Soroti Ahli Gizi di MBG, Ini Klarifikasinya

17 November 2025 20:08 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui usai dalam Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui usai dalam Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menuai sorotan di media sosial imbas video pernyataannya yang menyebut, tak perlu ahli gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG viral.
ADVERTISEMENT
Cucun pun memberikan klarifikasinya terkait kegaduhan ini. Politikus PKB dari dapil Kabupaten Bandung dan Bandung Barat ini menyebut, pernyataannya itu merupakan respons usulan penghapusan nomenklatur ‘ahli gizi’ di SPPG yang diberikan seorang wanita di dalam forum tempat ia mengeluarkan pernyataannya.
Di dalam video, wanita itu meminta ke Cucun agar nomenklatur ‘ahli gizi’ jangan digunakan lagi apabila SPPG merekrut tenaga nongizi untuk mengurus gizi di MBG.
“Sejak awal, tujuan saya adalah meluruskan bahwa apabila terjadi perubahan diksi, terdapat kekhawatiran bahwa kualitas makanan bergizi, termasuk aspek pengawasannya, menjadi tidak dapat dipastikan,” ucap Cucun di Instagram @cucun_center, dikutip pada Senin (17/11).
“Karena itu, usulan perubahan dari 'ahli gizi' menjadi 'Quality Control' atau 'Pengawas Makanan Bergizi' masih sebatas wacana dan belum tentu diberlakukan,” tambahnya.
Sejumlah pekerja menyiapkan paket makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG) di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (24/10/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Cucun mengatakan, pernyataannya itu merupakan penegasan bahwa penghapusan nomenklatur ‘ahli gizi’ malah akan berdampak ke profesi ahli gizi itu sendiri.
ADVERTISEMENT
“Perlu kami tegaskan pula bahwa dalam video yang beredar, pembahasan tersebut merupakan respons atas usulan yang meminta agar embel-embel 'ahli gizi' tidak digunakan. Secara prinsip, apabila nomenklatur tersebut dihilangkan, hal ini justru membuka peluang bagi pihak yang bukan ahli gizi untuk masuk ke ruang profesi tersebut,” ucap Cucun.
“Kondisi ini berpotensi menggeser peran ahli gizi maupun tim pengawas gizi yang selama ini memiliki kompetensi dan tanggung jawab yang terukur,” tambahnya.
Cucun menilai, pembahasan soal nomenklatur itu perlu dilakukan mendalam karena hal itu menyangkut kualitas gizi di program MBG.
“Oleh karena itu, penegasan nomenklatur profesi menjadi penting untuk menjaga kepastian peran serta kualitas layanan gizi dan pangan bergizi,” ucap Cucun.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan masukan dan perhatian. Setiap aspirasi yang disampaikan sangat berarti bagi penguatan program Presiden Rl @prabowo yang begitu luar biasa dalam mempersiapkan masa depan dan kualitas generasi penerus bangsa,” tambahnya.
Pertemuan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal bersama BGN dan Persagi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Senin (17/11/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Cucun meminta maaf

ADVERTISEMENT
Meski begitu, Cucun menyampaikan permohonan maaf.
“Saya menyampaikan permohonan maaf apabila dinamika pembahasan di dalam ruangan terkait tuntutan aspirasi sempat menjadi konsumsi publik dan dianggap menyinggung profesi ahli gizi,” ucap Cucun.

Cucun dalam Video Viral

Adapun dalam video yang viral itu, Cucun memulai jawaban atas permintaan wanita itu dengan menyebut ia tak suka pemuda arogan. Katanya, DPR akan mengubah nomenklatur ahli gizi di SPPG menjadi tenaga yang menangani gizi, sehingga ahli gizi tidak diperlukan lagi.
Politikus PKB itu juga mengatakan seluruh kebijakan ada di tangan DPR. Bila diputuskan SPPG tak perlu ahli gizi, ia cukup mengetok palu keputusan.
"Tidak perlu ahli gizi, tidak perlu Persagi [Persatuan Ahli Gizi Indonesia]. Yang penting adalah satu tenaga yang mengawasi gizi. Tidak perlu orang-orang seperti kalian yang merasa sombong," ujar Cucun dengan nada tinggi dalam video itu.
Pertemuan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal bersama BGN dan Persagi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Senin (17/11/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Bertemu BGN dan Persagi

ADVERTISEMENT
Cucun langsung bertemu dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Persatuan Tenaga Ahli Gizi Indonesia (Persagi) di ruangannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/11), imbas video viral yang mendapat respons negatif publik itu.
Usai pertemuan digelar tertutup, Cucun mengatakan kedua belah pihak itu telah bersepakat untuk bekerja sama memenuhi kebutuhan ahli gizi di SPPG, serta memberikan pelatihan untuk tenaga pengawas gizi yang bukan ahli gizi.
“Sebetulnya kan dapur kita sekarang sudah berjalan 15 ribu sampai nanti akhir tahun 20 ribu ya, Pak Waka. Itu sudah bisa tertutupi kalau nanti dipetakan di mana yang berlebih, di mana yang kurang. Nah, jadi hari ini kami bersepakat, bahkan saya tadi dibilang, saya menjadi penghulunya untuk akad nikah ini dipercepat,” ucap Cucun usai pertemuan.
ADVERTISEMENT
“Dapur ini gak bisa ditunda, harus berjalan, kalau misalkan sementara, sebelum tenaga ini terpenuhi, nanti Bapak juga akan menyampaikan. Apakah misalkan dengan pengawasan Persagi, bisa menggunakan tenaga yang bukan ahli gizi?“ tambahnya.