Ramai-ramai ke Parit Cari Pipa Besi Barang Bukti Pembantaian Indramayu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pencarian barang bukti yang diduga dibuang pelaku ke parit di Desa Babadan. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pencarian barang bukti yang diduga dibuang pelaku ke parit di Desa Babadan. Foto: kumparan

Pasca-tertangkapnya dua pelaku pembantaian sekeluarga di Indramayu, Jawa Barat, Tim Jatanras Satreskrim Polres Indramayu kembali bergerak melakukan pencarian barang bukti yang diduga dibuang pelaku.

‎‎Pencarian dilakukan bersama Kapolsek Sindang dan jajaran pemerintahan Desa Babadan, Senin (8/9).

Kepala Desa Babadan, Sugeng, bersama tim Jatanras Satreskrim Polres Indramayu melakukan pencarian barang bukti di parit. Foto: kumparan

‎‎Tim menyisir parit di Desa Babadan untuk menemukan pipa besi yang digunakan mengeksekusi korban, juga 3 ponsel.

‎‎Sedikitnya tiga tenaga lokal turut dikerahkan untuk membantu penyelaman. Warga sekitar pun beramai-ramai ke pinggir parit untuk menonton proses pencarian barang bukti itu.

Suasana pencarian barang bukti yang diduga dibuang pelaku ke parit di Desa Babadan. Foto: kumparan

Lokasi pencarian berada sekitar 500 meter dari titik ditemukannya mobil sedan biru yang sebelumnya juga dijadikan barang bukti.

‎‎Kepala Desa Babadan, Sugeng, membenarkan upaya pencarian barang bukti itu.

"Polres menghubungi kami terkait kasus pembunuhan di Paoman yang menewaskan lima orang. Berdasarkan keterangan pelaku, ada barang bukti yang dibuang ke saluran sekunder Sungai Cimanuk," ujar Sugeng kepada kumparan, Selasa (9/9/2025).

Tim Inafis gabungan dari Mabes Polri, Polda Jabar dan Polres Indramayu saat memeriksa mobil sedan biru diduga milik lima korban tewas sekeluarga yang terparkir di Desa Babadan Indramayu, Selasa (2/9/2025). Foto: kumparan

‎‎"Dari lokasi ditemukannya mobil sedan warna biru, jaraknya sekitar 500 meter," sambungnya.

‎‎Namun setelah hampir dua jam pencarian, polisi belum menemukan hasil.

‎‎"Kemarin pamong desa saya turun, selama dua jam, tapi belum ditemukan," ujarnya.

Budi Awaludin (tengah) dan keluarganya yang menjadi korban pembantaian. Foto: kumparan

‎‎Sugeng menambahkan, pihak desa siap membantu polisi dalam pencarian. Ia berharap barang bukti bisa segera ditemukan agar motif pembunuhan sekeluarga tersebut semakin terang.

‎‎"Untuk alat bukti yang dicari saya tepatnya tidak tahu ya, yang tahu pihak kepolisian," kata Sugeng.

Sobirin dan Priyo, pelaku pembantaian sekeluarga di Indramayu. Foto: Dok. Istimewa

— — —

#JagaIndonesiaLewatFakta kumparan mengajak masyarakat lebih kritis, berperan aktif, bijak, dan berpegang pada fakta dalam menghadapi isu bangsa, dari politik, ekonomi, hingga budaya. Dengan fakta, kita jaga Indonesia bersama.