Ramai-ramai Mengecam Serangan Israel ke Doha
ยทwaktu baca 2 menit

Serangan Israel ke Doha, Qatar, menargetkan negosiator Hamas Khalil al-Hayya. Serangan tersebut terjadi saat al-Hayya dan sejumlah pemimpin Hamas tengah membahas proposal gencatan senjata yang diajukan Presiden AS Donald Trump.
Dalam insiden itu, meski al-Hayya selamat, putranya bernama Humam, dan salah satu ajudan terdekatnya dilaporkan tewas. Selain itu, Reuters melaporkan ada 3 lagi korban tewas.
Serangan itu dikecam negara lain. Berikut rangkumannya:
Saudi Kecam Serangan Israel ke Qatar: Tindakan Kriminal
Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), mengecam serangan Israel terhadap Hamas di Ibu Kota Doha, Qatar, pada Selasa (9/9). Dia menyebut serangan itu sebagai tindakan kriminal.
Kecaman itu disampaikan oleh MBS dalam sebuah panggilan telepon antara dirinya dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.
"Yang Mulia Putra Mahkota menegaskan solidaritas penuh Kerajaan dengan... Qatar dan kecamannya atas serangan terang-terangan Israel terhadap Negara Qatar, yang merupakan tindakan kriminal dan pelanggaran berat terhadap hukum dan norma internasional," demikian bunyi pernyataan yang dipublikasikan oleh Saudi Press Agency.
Indonesia Kecam Serangan Israel ke Qatar: Langgar Kedaulatan
Indonesia mengecam serangan Israel terhadap Hamas di Ibu Kota Doha, Qatar, pada Selasa (9/9). Serangan itu disebut merupakan pelanggaran keras terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB dan pelanggaran terhadap kedaulatan Qatar.
"Serangan Israel ke Doha, Qatar pada 9 September 2025 merupakan pelanggaran keras terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB, pelanggaran terhadap kedaulatan Qatar, dan ancaman besar terhadap keamanan dan perdamaian kawasan," demikian keterangan Kemlu RI di akun X @Kemlu_RI, Selasa (9/9).
Kemlu mendesak DK PBB untuk secepatnya mengambil langkah tegas menghentikan tindakan Israel.
"Indonesia mengecam agresi ini dan kembali mengulangi seruannya kepada DK PBB untuk memenuhi mandatnya dengan mengambil langkah segera dan secara tegas menghentikan tindakan Israel dan menjamin akuntabilitas," jelasnya.
Gedung Putih Klaim Trump Telah Peringatkan Qatar soal Serangan Israel
Gedung Putih mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sangat menyesalkan serangan udara Israel yang menargetkan pejabat Hamas di Doha, Qatar, pada Selasa (9/9).
Dilansir Reuters, Trump disebut telah memerintahkan utusan khususnya, Steve Witkoff, untuk memperingatkan pihak Qatar mengenai rencana serangan Israel. Serangan itu menewaskan sedikitnya lima anggota Hamas, termasuk putra dari Khalil al-Hayya.
Qatar merupakan sekutu dekat AS di Teluk dan mediator utama dalam negosiasi gencatan senjata Gaza, disebut sangat terkejut dengan insiden tersebut.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan bahwa militer AS menerima informasi tentang rencana serangan pada Selasa pagi, tetapi enggan mengungkapkan sumbernya.
