Ramai Remaja di Kudus Bawa Senjata Tajam di Perumahan, Polisi Buru Pelaku

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi menyambangi lokasi kejadian sejumlah remaja diduga membawa senjata tajam di sebuah perumahan di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Foto: Polres Kudus
zoom-in-whitePerbesar
Polisi menyambangi lokasi kejadian sejumlah remaja diduga membawa senjata tajam di sebuah perumahan di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Foto: Polres Kudus

Beredar video sejumlah remaja diduga membawa senjata tajam di sebuah perumahan di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Peristiwa itu dilaporkan warga ke polisi.

Kapolsek Bae, Iptu Madiyono, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (10/5) dini hari. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi.

"Benar, anggota Polsek Bae menerima aduan masyarakat terkait adanya sekelompok remaja yang meresahkan warga. Kami telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi," kata Iptu Madiyono melalui keterangan tertulis, Senin (11/5).

Ia menjelaskan, peristiwa bermula saat sejumlah remaja sedang berkumpul di kawasan perumahan tersebut. Tak lama kemudian datang sekelompok orang tak dikenal yang diduga melakukan provokasi hingga memicu ketegangan.

Namun sebelum bentrokan terjadi, kelompok tersebut membubarkan diri usai warga melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Saat ini polisi masih melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Kudus untuk mengidentifikasi para remaja yang diduga membawa senjata tajam.

"Kami masih melakukan pendalaman, termasuk identifikasi melalui CCTV dan keterangan para saksi. Kami juga berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Kudus untuk memburu kelompok yang membawa senjata tajam tersebut," terangnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Kudus, Eko Pujiyono, meminta masyarakat untuk tetap tenang serta tidak terpancing dengan video yang beredar di media sosial.

"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik menyikapi video yang beredar. Percayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian," ungkapnya.