Ramai Ridwan Kamil Unggah Foto Perbaikan Jalan 2019, ini Respons Pemprov Jabar

22 Maret 2023 16:10 WIB
·
waktu baca 2 menit
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hadiri pelantikan Dirjen Perundang-undangan Kemenkumham yang baru di Kantor Kemenkumham, Jakarta, Kamis (23/2). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hadiri pelantikan Dirjen Perundang-undangan Kemenkumham yang baru di Kantor Kemenkumham, Jakarta, Kamis (23/2). Foto: Thomas Bosco/kumparan
ADVERTISEMENT
Unggahan akun Twitter milik Gubernur Jabar, Ridwan Kamil atau dikenal Emil, terkait dengan pengerjaan perbaikan ruas jalan di Jabar menuai kritikan. Hal ini lantaran diduga mencomot foto seseorang yang diunggah pada tahun 2019 lalu.
ADVERTISEMENT
Menanggapi kritik tersebut, Kepala Dinas BMPR Pemprov Jabar, Bambang Tirtoyuliono, mengatakan bahwa foto tersebut hanyalah ilustrasi semata yang kemungkinan diambil oleh Emil dari Google. Melalui foto tersebut, Emil hendak memberi ilustrasi atau gambaran kondisi ruas jalan di Jabar setelah dilakukan perbaikan.
"Foto itu sebenarnya mengilustrasikan bahwa jalan itu akan mulus seperti itu. Problemnya, sekarang ini kan belum dikerjakan pekerjaan hotmix, nanti pada saat pekerjaan hotmix kira-kira mirip seperti itu," kata dia melalui sambungan telepon.
Bambang pun menambahkan bahwa pihaknya kini sedang melakukan perbaikan di perbatasan Bandung dan Garut sepanjang 11,7 kilometer. Progres pengerjaan pun sudah berada di angka 35 persen. Ditargetkan, H-10 sebelum lebaran, pengerjaan berupa perbaikan fondasi jalan akan rampung dan ruas jalan dapat dilalui para pengguna kendaraan untuk mudik.
ADVERTISEMENT
"Progres kita itu 35 persen itu di H-10 itu sudah selesai," ucap dia.
Bila nantinya perbaikan fondasi jalan sudah rampung, kata Bambang, selanjutnya pihaknya bakal melakukan hotmix fondasi jalan pada H+10 lebaran. Jika sudah dilakukan hotmix, diharapkan kondisi jalan dapat sesuai dengan foto yang diunggah oleh Emil.
"Lingkup pekerjaan kita itu pertama adalah perbaikan fondasi jalan, kenapa harus diperbaiki? Karena memang ruas jalan itu sudah lewat dari umur teknis," ucap dia.
"H+10 lebaran baru kita lanjutkan lagi pekerjaan kita dengan hotmix atau kita lapis ulang dengan pengerasan aspal beton. Jadi H+10 baru kita kebut," lanjut dia.
Selain itu, kata Bambang, perbaikan kondisi jalan juga diharapkan dapat membuat nyaman para pengguna jalan dan mempercepat pemulihan kondisi ekonomi yang terdampak COVID-19.
ADVERTISEMENT
"Jalan itu harus nyaman untuk mempermudah dan mempernyaman, ekonomi harus tumbuh," tandas dia.