News
·
29 April 2021 10:56

Ramai Video Diduga Munarman Check In dengan Wanita

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ramai Video Diduga Munarman Check In dengan Wanita (415104)
Munarman di Polda Bali Foto: Adiutama/Antara
Kasus dugaan terorisme belum selesai, kini beredar video di media sosial memperlihatkan rekaman CCTV pria diduga Munarman bersama seorang perempuan di salah satu hotel.
ADVERTISEMENT
Dalam video berdurasi 1,39 menit tersebut, tampak seorang perempuan check-in di salah satu hotel. Dari video itu, perempuan berjilbab itu mengisi formulir yang dibutuhkan untuk check in.
Dia juga tampak membawa sebuah tas hitam dan sebuah plastik putih. Setelah mendapat kunci, dia beranjak ke lift.
Kelanjutan video itu, pria yang diduga Munarman datang dengan mengenakan kemeja lengan panjang dan tas ransel hitam. Dia berjalan ke lift dan masuk ke ruangan hotel.
Ramai Video Diduga Munarman Check In dengan Wanita (415105)
Munarman hadir di tengah massa kontra ahok. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
20 jam kemudian, keduanya berjalan menuju lift untuk check out. Merkea masih mengenakan pakaian yang sama.
Berbeda dengan saat masuk hotel secara terpisah, kini keduanya keluar bersamaan. Dalam video itu, pria diduga Munarman disebut-sebut check in dengan seorang wanita bernama Lily Sofia.
ADVERTISEMENT
Terkait hal itu, kuasa hukum Munarman, Azis Yanuar mengatakan, video itu sebagai fitnah.
“Menambah pahala beliau dighibahi. Apalagi di bulan Ramadhan ini. Alhamdulillah demikian,” kata Azis dalam pesan tertulis saat dikonfirmasi, Kamis (29/4).
Video ini muncul di tengah Munarman harus menghadapi kasus dugaan terorisme. Saat ini Munarman masih mendekam di Mapolda Metro Jaya usai ditangkap dan jadi tersangka.
Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, Munarman dijerat Pasal 14 Junto Pasal 7 dan atau Pasal 15 Junto Pasal 7 Undang-undang nomor 5 tahun 2018.
“Kemudian kami sampaikan dalam surat perintah penangkapan, Pasal yang dipersangkakan kepada tersangka M adalah pasal 14 junto pasal 7 dan atau pasal 15 junto pasal 7 Undang-undang nomor 5 tahun 2018,” kata Ahmad di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (28/4).
ADVERTISEMENT