Ramai Video Dugaan Prostitusi Anak, Polisi Dalami Aktivitas di Kawasan Tamansari
·waktu baca 3 menit

Polisi ikut menyelidiki dugaan praktik prostitusi anak yang disebut terjadi di kawasan Lokasari, Taman Sari, Jakarta Barat, usai viral di media sosial. Dugaan kasus asusila tersebut juga turut didalami oleh Pemkot Jakarta Barat.
Kapolsek Taman Sari Kompol Bobby Mochammad Zulfikar mengatakan, video terbaru yang beredar saat ini masih dalam tahap pendalaman oleh pihak kepolisian.
Dalam narasi yang beredar di media sosial, video itu disebut direkam oleh seorang pria asal Jepang pada April 2026 di kawasan Lokasari, Taman Sari, Jakarta Barat. Dalam unggahan itu, disebut adanya dugaan praktik prostitusi anak yang ditawarkan muncikari kepada pelanggan.
Para muncikari terdengar berteriak dan mengatakan 'seventeen' dan 'perawan' kepada perekam video.
“Ini masih dalam lidik (penyelidikan). Ini kan laporan seperti ini ada sebelumnya, beberapa minggu kami juga ada laporan seperti ini. Yang beberapa minggu kemarin, itu ada video yang lama itu sudah dikonfirmasi bahwa hal tersebut tidak terbukti,” kata Bobby kepada wartawan, Selasa (26/5).
Meski video tersebut kerap dikaitkan dengan kawasan Lokasari, Bobby menyebut lokasi dalam video sebenarnya berada di wilayah Mangga Besar, bukan di area Lokasari secara spesifik.
“Itu sebenarnya bukan wilayah Lokasari pada dasarnya, itu wilayah Mangga Besar. Kalau Lokasari ada tempatnya kan,” kata dia.
Pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari pengurus lingkungan hingga pengelola Lokasari terkait video tersebut. Dari hasil pengecekan awal, mereka menyatakan tidak menemukan adanya praktik prostitusi anak di lokasi yang dimaksud.
“Kami sudah mendapatkan statement dari RT RW dan pengelola Lokasari, bahwa di situ tidak terjadi hal yang seperti itu. Mereka juga mendukung atau support untuk mengusut permasalahan itu. Juga menolak untuk perlakukan seperti itu (prostitusi),” ujar Bobby.
“Kami masih melakukan pendalaman, sesuai video tersebut,” Tutup Bobby.
Sebelumnya, Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Barat turut menindaklanjuti dugaan prostitusi anak yang ramai di media sosial. Kepala Sudis PPAPP Jakarta Barat, Dian Anggraini Susanthy, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Barat.
“Kasus sudah dilaporkan ke Kasat dan sedang dilakukan penyelidikan kasus tersebut,” ujar Dian dalam keterangan tertulis Pemkot Jakarta Barat, Selasa (26/5).
Kasus ini mencuat setelah beredar unggahan media sosial yang menampilkan potongan video yang disebut direkam seorang pria asal Jepang pada April 2026 di kawasan Lokasari, Jakarta Barat. Dalam unggahan itu, disebut adanya dugaan praktik prostitusi anak yang ditawarkan muncikari kepada pelanggan.
Pengunggah juga mengeklaim telah menyerahkan bukti serta lokasi yang diduga terkait praktik eksploitasi tersebut kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti.
