Ramai Video Pelanggan Marah ke Kurir saat COD, Bagaimana Aturan Sebenarnya?

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
com-Ilustrasi belanja di toko online kesehatan Foto: shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi belanja di toko online kesehatan Foto: shutterstock

Beredar sejumlah video yang memperlihatkan pelanggan marah-marah saat menerima barang melalui sistem pembayaran Cash on Delivery (COD). Penyebabnya adalah barang yang sudah dibongkar oleh pembeli itu tak sesuai dengan pesanan.

Kurir yang bertugas mengantarkan barang hanya menjalankan tugasnya yakni mengantar dan menagih uang pembayaran setelah barang diserahkan. Namun dengan dalih barang tak sesuai pesanan, pelanggan enggan membayar tagihan.

Lalu bagaimana aturan COD yang sebenarnya agar tidak merugikan pembeli, penjual dan kurir?

Aturan COD

Ketua Umum idEA (Indonesian E-commerce Association), Bima Laga, mengatakan sistem COD salah satunya untuk memfasilitasi masyarakat yang belum terlalu mengenal pembayaran digital.

"Kedua, COD memfasilitasi mereka yang masih ragu belanja online. Jadi merasa lebih secure (aman), barang diterima, bayar," ujar Bima kepada kumparan, Kamis (20/5).

Pekerja menyortir paket untuk dikirim ke alamat tujuan di Gudang SiCepat Hub, Pluit, Jakarta, Jumat (7/5/2021). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Ia menegaskan, kurir tidak bertanggung jawab dengan kesesuaian pesanan selama packaging masih utuh saat diantarkan dari penjual ke pembeli. Hal itu juga berlaku untuk sistem pembayaran non-COD.

Sehingga dengan COD itu kurir mengantar barang dengan kondisi aman tersegel, barang diberikan kepada pembeli, lalu setelah barang diterima, pembayaran dilakukan.

"Aturan mainnya barang itu dikirimkan tanpa perlu dibuka sekalipun, konsumen punya kewajiban membayar ke kurir karena tugas kurir hanya di situ," imbuhnya.

Bagaimana jika barang tak sesuai?

Ia menegaskan, pelanggan masih bisa mengajukan komplain. Mekanisme komplain ini juga sama dengan pembayaran digital.

Untuk sistem COD, ada pihak vendor yang mengumpulkan uang dari pelanggan melalui kurir. Uang tersebut akan diberikan kepada penjual jika barang telah diterima dan sesuai.

"Jika pun setelah dibuka, produk tidak sesuai dengan pesanan itu masih bisa diajukan komplain. Konsumen masih dilindungi haknya untuk menerima barang sesuai pesanan," tegasnya.

Ilustrasi belanja online. Foto: Shutterstock

Proses itu biasanya memakan waktu dua hingga tiga hari. Dalam proses itu, penjual akan merespons apakah mau pengembalian uang atau barang baru, sesuai dengan kesepakatan mereka.

"Kurir akan ke vendor untuk manahan uang itu. Masih punya waktu [komplain] meski COD. Tapi harus dibayar [saat barang diterima]," tambah Bima.

Edukasi platform belanja online

Bima mengatakan ada sejumlah fitur yang perlu diperhatikan oleh konsumen sebelum memutuskan untuk belanja di mitra platform. Di antaranya adalah rating penjual dan review.

"Kami sarankan di atas empat, di atas 4,5 lebih bagus, itu dari [skala] 5," tandasnya.

Selain itu, pembeli juga diimbau untuk jeli melihat foto dan deskripsi barang. Jangan sampai, hanya tertarik dengan display foto tetapi tidak memeriksa keterangan produk tersebut.

"Ada kasus jual casing handphone harga Rp 25 ribu, yang dipasang gambar handphone, di detail casing. Konsumen beli handphone atau casing Rp 25 ribu? Jangan datang casing, marah-marah karena nggak sesuai," imbuhnya.