Ramainya PLBN Entikong, Dilalui 500 Pelintas Setiap Harinya

Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, satu dari empat PLBN yang tersebar di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar), yang berbatasan darat langsung dengan negara Malaysia.
PLBN yang berdiri megah di sisi Jalan Lintas Malindo, Kabupaten Sanggau, Kalbar ini merupakan salah satu hasil renovasi Kementerian PUPR pada 2015-2016 lalu. Dengan renovasi itu, PLBN Entikong tampak megah, luas, lengkap dan lengkap dengan fasilitas.
kumparan mengunjungi PLBN Entikong pada Selasa (12/11). Saat tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB, tampak suasana di PLBN terbilang ramai, dilewati warga yang melintas ke Malaysia, atau yang hendak ke Indonesia.
Para warga ada yang menumpangi bus atau menaiki mobil pribadi. Sebagian lainnya tampak tengah beristirahat di areal peristirahatan yang tersedia di lokasi.
Di luar pagar PLBN, mengarah ke negara Malaysia, tempat sejumput lahan kosong seluas kurang lebih 10x20 meter. Areal tersebut dinamai zona netral. Di seberangnya, sudah masuk daratan Malaysia, dengan pos penjagaan yang tak kurang pula lengkapnya.
Menurut Kepala Bidang Pengelolaan PLBN Entikong, Viktorius Dunand, para warga yang melintas di PLBN Entikong sebagian besar adalah warga Indonesia yang hendak menyelesaikan berbagai keperluan ke Malaysia, mulai dari berbelanja, berwisata hingga berobat.
“Lebih Banyak yang masuk ke Malaysia dibanding yang di Malaysia masuk ke Indonesia. Keperluannya itu macam-macam, ada yang belanja, ada yang bekerja, ada berobat juga, artinya ada yang wisata juga, banyak hal-halnya,” ungkap Dunand kepada kumparan saat di lokasi.
Catatan PLBN Entikong, setiap harinya setidaknya ada 500 warga yang melintasi perbatasan. Jumlah itu bisa jauh lebih besar saat tiba hari-hari penting seperti lebaran Idul Fitri, Natal atau tahun baru.
“Kalau untuk keberangkatan dan kedatangan ini rata-rata satu hari antara 500-600 orang. Itu untuk kondisi normal. Kalau hari besar bisa mencapai kenaikan 100 persen, contoh jelang lebaran, Natal,” ujar Dunand.
Pantauan di lokasi, para petugas keamanan serta operasional, mulai dari polisi, petugas bea cukai, imigrasi, hingga perhubungan, tampak tersebar berjaga di berbagai titik areal BLPN. Terkait itu Dunand menjelaskan bahwa pengamanan di BLPN dijalankan secara gabungan, dalam sistem yang terpadu.
“Pengamanan terpadu, artinya dari unsur Polri, selaku pengayom serta penegakkan hukum, juga hadir di sini. Kemudian ada imigrasi, bea cukai, karantina. Ada tiga karantina, pertanian, kesehatan dan karantina ikan. Juga didukung petugas unsur lainnya, ada perhubungan terkait dengan kendaraan, juga dari asuransi Jasa Raharja,” terang Dunand.
Sebagai lalu lintas antar negara, PLBN Entikong nyatanya tidak saja menjadi jalur warga untuk bepergian ke luar negeri. Menurut Dunand, PLBN juga seringkali menemukan upaya-upaya ilegal yaitu penyelundupan barang hingga orang.
“Sudah beberapa kali teman-teman kita dari unsur kepolisian sudah melakukan penyelidikan, pemrosesan terkait dengan hal-hal yang melanggar hukum. Salah satu contoh terkait dengan narkoba, penyelundupan orang dan barang,” katanya.
Terkait penyelundupan-penyelundupan itu, Kepala Subsektor Polsek Entikong, yang merupakan penanggungjawab keamanan di PLBN Entikong, menjelaskan bahwa penyelundupan yang terungkap itu beragam, mulai dari penyelundupan kebutuhan pokok hingga orang.
“Yang kita temukan itu daging, telor, jadi sudah kita proses. Untuk tahun ini ada 4 kasus,” ungkap Nursalim di PLBN Entikong.
Itu untuk kelas ringan. Kelas yang lebih berat, sering pula berhasil diungkap Nursalim dan kawan-kawannya sesama petugas jaga, seperti narkoba dan perdagangan orang.
“Ada 4 kasus juga tahun ini. Sabu. Namun demikian belum dalam jumlah yang besar-besar,” ujar Nursalim.
“Lundup manusia juga ada empat kasus, dengan enam orang udah tersangka,” terang Nursalim,” tandasnya.
