Rangkaian Insiden Sriwijaya Air dari 2008 hingga 2021

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pesawat Sriwijaya Air yang tengah mengudara Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pesawat Sriwijaya Air yang tengah mengudara Foto: Shutterstock

Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 jatuh di sekitar Palau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB.

Pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak tersebut sempat hilang kontak selang 4 menit lepas. Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, pesawat itu membawa total 62 orang termasuk penumpang dan kru.

Selain insiden jatuhnya pesawat pada Sabtu (9/1/2021), Sriwijaya Air ternyata memiliki sejumlah catatan insiden dan kecelakaan lainnya selama mengudara. Berdasarkan data KNKT, setidaknya terdapat 9 insiden yang tercatat pernah dialami Sriwijaya Air.

Apa saja itu? Berikut rangkumannya:

18 April 2008

Insiden pertama terjadi pada 2008. Kala itu, Pesawat Sriwijaya Air sempat mengalami overrun saat mendarat di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang. Saat itu jenis pesawat yang dipakai yakni Boeing 737-300, PK–CJC. Tak ada korban dalam insiden ini.

27 Agustus 2008

Maskapai penerbangan yang beroperasi pada 10 November 2003 ini, kembali mengalami overrun saat mendarat Bandara Sultan Thata, Jambi. Dalam insiden ini terdapat 15 orang luka-luka, 3 di antaranya bukan penumpang karena maskapai menabrak petani. Pesawat yang digunakan tipe Boeing 737-200, PK–CJG.

20 Desember 2011

Lagi-lagi, pesawat Sriwijaya Air kembali mengalami insiden overrun saat mendarat di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Namun, 137 penumpang saat itu selamat dan tak ada yang mengalami luka.

24 Desember 2011

Sriwijaya Air kembali mengalami insiden overrun saat mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan. Pesawat dengan tipe Boeing 737-200, PK-CJD mengangkut 134 penumpang dan tak ada laporan korban luka.

13 Oktober 2012

Kali ini, maskapai Sriwijaya Air mengalami insiden salah mendarat atau berbeda bandara. Kejadian itu terjadi di Tabing Airfield, Padang, Sumatra Barat.

19 Oktober 2012

Tak berselang lama, Sriwijaya Air kembali mendapat insiden overrun saat mendarat di Bandara Supadio International, Pontianak, Kalimantan Barat. Dari 166 penumpang tak ada korban yang dilaporkan mengalami luka.

27 Maret 2013

Insiden kembali terjadi pada maskapai Sriwijaya Air. Kali ini, insiden yakni tergelincir saat akan terbang di Bandara Minangkabau International, Padang, Sumatera Barat. Tak ada korban dalam insiden ini.

27 Januari 2014

Maskapai Sriwijaya Air dengan tipe Boeing 737-300; PK-CKL sempat salah mendarat (taxi way) di Bandara Juanda International, Surabaya. Tak ada korban dalam peristiwa ini.

31 Mei 2017

Sriwijaya Air kembali mengalami insiden overrun saat mendarat di Bandara Rendani Airport, Manokwari, Papua Barat. Dalam insiden ini dilaporkan 17 orang luka dari 152 penumpang.

9 Januari 2021

Untuk pertama kalinya, Sriwijaya Air mengalami insiden pesawat jatuh. Terdapat 62 orang di dalam pesawat rute Jakarta-Pontianak.

embed from external kumparan