Rangkum 1 Januari 2018: Edisi Sepekan, dari Celup hingga Zulfikar
Akhir pekan berisikan libur telah berlalu; 2017 tinggallah sejarah. Saking serunya pekan kemarin, mungkin kamu luput akan berbagai peristiwa penting yang terjadi sepanjang 25 Desember - 31 Desember. Tapi kamu tak usah khawatir. Tim Rangkum telah pilihkan 5 berita untuk kamu ketahui.
1. Wartawan TopSkor dan Ustaz Somad

Cuitan mantan wartawan harian olahraga TopSkor, Zulfikar Akbar, tentang Ustaz Abdul Somad berujung panjang. Kicauannya dibalas oleh banyak orang, lengkap dengan tagar BoikotTopSkor. Zulfikar akhirnya mundur dari posisinya sebagai wartawan di Topskor.
Zulfikar awalnya sekadar mengomentari kasus deportasi yang dialami Ustaz Somad di Hong Kong. Menurutnya, Ustaz Somad seharusnya instrospeksi diri, bukan menyebarkan deportasi yang dialaminya kepada khalayak. Namun, seiring dengan banyaknya komentar yang muncul, situasi obrolan kian mengeruh.
Kini, Zulfikar sendiri telah meminta maaf ke pihak-pihak yang mungkin tersinggung oleh cuitannya. Sebaliknya, Ustaz Somad pun telah memaafkan Zulfikar.
2. Kehebohan Celup

Sebuah poster iklan kampanye antiasusila di ruang publik menyebar di media sosial. Kampanye ini bernama 'Celup' atau singkatan dari cekrek, lapor, upload. Penggagasnya mahasiswa semester lima dari jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur.
Dalam poster kampanye itu, digambarkan seseorang yang berada di balik pohon. Dia mengarahkan kameranya kepada pasangan yang sedang duduk berdua sambil berangkulan. Dalam poster itu juga terdapat tulisan "Pergokin Yuk! Biar Kapok".
Lewat 'Celup' masyarakat memang diminta untuk melapor bila menemukan tindakan asusila di ruang publik. Caranya yaitu dengan memfoto, melapor, dan mengupload foto atau video tersebut. Namun, setelah dikritik banyak kalangan, kampanye ini kemudian menutup akun media sosial mereka, dan tidak terdengar lagi suaranya.
3. Eks Pejabat KPK Maju di Pilwalkot Bogor

Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi KPK, Dedie A. Rachim, disebut akan maju dalam Pilkada Kota Bogor tahun 2018 mendatang. Ia disebut-sebut akan menjadi calon wakil wali kota mendampingi Bima Arya.
Berkarier di KPK sejak tahun 2005, Dedie sudah menempati beberapa posisi di KPK. Beberapa di antaranya adalah posisi yang cukup strategis, mulai dari Direktur Pendidikan dan Pelayanan masyarakat hingga pernah menjadi pelaksana tugas Direktur Penelitian dan Pengembangan. Bahkan saat ini, dia menjadi salah satu kandidat Deputi Pengawas Internal dan Pengaduan Masyarakat.
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengaku bahwa Dedie sudah memberitahukan mengenai rencana itu kepada pimpinan. Saut menegaskan bahwa pimpinan KPK merestui langkah Dedie tersebut.
4. Guatemala Berencana Pindahkan Kedubes di Israel ke Yerusalem

Guatemala menjadi negara pertama yang menyatakan akan memindahkan Kedutaan Besar mereka di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem pada Minggu (24/12). Langkah ini mengekor Donald Trump yang awal Desember lalu memicu gejolak di dunia akibat pengakuannya bahwa Yerusalem ibu kota Israel.
Di saat negara-negara Amerika Latin mengecam rencana Trump membangun tembok di perbatasan Meksiko untuk mencegah imigran masuk, Presiden Morales malah mendukungnya. Bahkan, dia menawarkan bantuan pekerja murah dari Guatemala untuk membangun tembok sepanjang 3.200 km tersebut.
Alasan lainnya, Guatemala tunduk pada ancaman Trump yang akan memangkas dana bantuan asing bagi negara-negara pro-Palestina. Ada sembilan negara yang menolak resolusi Majelis Umum PBB pekan lalu, kebanyakan adalah negara-negara kecil yang mengandalkan bantuan Amerika.
5. Bom Afghanistan

Puluhan orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah dua bom meledak dekat kantor media dan Masjid di ibu kota Afghanistan, Kabul. Ismail Kawosi, juru bicara kementerian kesehatan Afghanistan mengatakan tiga ledakan bunuh diri menewaskan 41 orang, dan melukai 48 lainnya.
Wakil Menteri Dalam Negeri Afghanistan, Nasrat Rahimi, menyebut serangan itu adalah aksi teror bom bunuh diri. Serangan dilakukan ketika kantor media tersebut sedang menggelar diskusi panel dengan mahasiswa. Akibatnya, korban tewas dan luka kebanyakan adalah mahasiswa dan beberapa di antaranya adalah jurnalis.
ISIS mengklaim bertanggung jawab dalam serangan bom bunuh diri beruntun di Kabul, Afghanistan. Dikutip Reuters, Kamis (28/12), klaim ini disampaikan ISIS tanpa menunjukkan bukti apa pun.
Ikuti terus Rangkum untuk berita-berita terhangat tiap harinya.
